LANGIT7.ID-Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengharapkan adanya regenerasi penderes nira kelapa, mengingat potensi ekspor gula kristalnya yang menjanjikan.
Hal tersebut dikatakan Mendes seusai melaksanakan kegiatan seremonial pelepasan ekspor gula kristal/semut dari petani di Desa Langgongsari, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (1/5/2025).
Bersama dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso, Yandri melepas ekspor gula kristal ke Hungaria senilai USD30.000 atau sekitar Rp584 juta.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Kabul Ciptaku Langgongsari yang memfasilitasi kegiatan ekspor.
Gula kristal adalah hasil olahan dari nira yang diambil penderes dari pohon kelapa. Nira dimasak dan dibuat gula kristal.
Mendes menginginkan adanya regenerasi penderes nira kelapa karena jika generasi muda tidak mau menjadi penderes, hal itu akan menghambat keberlangsungan industri gula kelapa kristal.
Oleh karena itu, kata dia, perlu adanya semacam peningkatan sumber daya manusia dan budi daya kelapa genjah untuk menggantikan tanaman kelapa konvensional yang batang pohonnya terlalu tinggi, sehingga sangat berisiko bagi penderes ketika jatuh.
"Jadi, nanti kita akan cari format yang terbaik, sehingga kelapa genjah itu menjadi lebih masi," ujarnya dikutip Antara.
Yandri mengatakan hal itu berarti negara atau banyak pihak harus hadir di desa untuk memastikan produk-produk desa tersebut benar-benar bisa bermanfaat.
Sementara itu, Mendag Budi Santoso mengatakan pelepasan ekspor gula kelapa kristal tersebut merupakan realisasi kerja sama antara Kemendag dan Kemendes PDT, berupa program Desa Ekspor.
"Kami sudah mengidentifikasi sekitar 700 lebih desa yang siap ekspor, kemudian sekitar 1.500 desa yang belum siap ekspor. Programnya beda-beda," katanya.
Dalam hal ini, kata dia, bagi desa yang sudah siap ekspor, pihaknya ada program berupa UMKM Bisa Ekspor.
Menurut dia, pihaknya akan memasukkan program tersebut dan selanjutnya dipertemukan dengan 33 kantor perwakilan Indonesia di luar negeri.
"Jadi, kita itu dari Januari sampai April sudah ada transaksi sekitar 51 juta dolar Amerika Serikat, sekitar Rp850 miliar. Ini harapan kami dan juga Pak Mendes, desa-desa yang siap ekspor tadi akan men-support kita, jadi target kita tahun ini 7,1 persen," katanya menjelaskan.
Mendag mengatakan, target peningkatan ekspor sebesar 7,1 persen pada 2025 itu sebenarnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.(*)
(hbd)