LANGIT7.ID - Bagi kamu para penggiat otomotif khususnya sepeda motor, pasti sudah tidak asing lagi dengan komponen motor matic yang bernama roller atau roller weight.
Roller weight ini merupakan salah satu komponen CVT (Continuously Variable Transmission) yang bekerja sebagai pengganti rantai dan gear, yaitu untuk meneruskan putaran dari mesin ke roda belakang.
Roller ini sebenarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan gear rasio di motor manual, yaitu mengatur perubahan rasio gigi.
Hanya saja, roller weight ini bekerja secara otomatis sesuai dengan putaran mesin dan beban kendaraan.
Umumnya, roller weight di CVT ini berbentuk silinder dan terbuat dari bahan logam yang dilapisi menggunakan plastik maupun teflon.
Fungsi utama roller pada motor adalah untuk mengatur diameter secara efektif dari pulley variator. Dengan demikian, komponen ini memengaruhi kecepatan dan akselerasi motor.
Untuk lebih jelasnya lagi mengenai fungsi dari roller weight di motor matic, bisa kamu lihat selengkapnya di bawah ini, dikutip dari Planet Ban.
1. Mengatur kecepatan dan akselerasi motor
Roller yang lebih berat akan membuat puli variator membuka lebih cepat, sehingga motor memiliki akselerasi yang lebih lambat, tetapi kecepatan maksimum yang lebih tinggi.
Sebaliknya, roller yang lebih ringan akan membuat akselerasi lebih cepat, tetapi kecepatan maksimum yang lebih rendah.
2. Menjaga performa mesin
Roller yang sesuai dengan spesifikasi motor akan menjaga mesin bekerja pada putaran yang optimal. Hal ini penting untuk menjaga efisiensi bahan bakar dan umur mesin.
3. Mengurangi getaran dan kebisingan
Roller yang terbuat dari bahan berkualitas akan mengurangi getaran dan kebisingan yang dihasilkan oleh sistem transmisi, sehingga memberikan kenyamanan dalam berkendara.
Nah, itulah tadi fungsi utama dari Roller di motor matic.(*)
(hbd)