LANGIT7.ID - Penggantian oli pada motor matic memang dilakukan dalam jangka waktu yang lebih lama dari penggantian oli mesin.
Oli gardan motor matic diganti setidaknya setiap motor menempuh jarak 6000 km, atau bisa dikatakan penggantian oli gardan motor matic ini diganti setiap dua hingga tiga kali penggantian oli mesin.
Nah, saat penggantian oli gardan motor matic ini, tak sedikit pemilik sepeda motor matic yang merasa kebingungan saat mereka melakukan penggantian oli gardan motor matic mereka.
Sebab, oli gardan yang akan diganti warnanya sudah berubah menjadi putih seperti susu. Padahal umumnya oli yang sudah harus diganti kan berubah warna menjadi hitam atau sedikit keruh saja.
Perubahan warna oli gardan menjadi putih ini sebenarnya terjadi karena hal sepele. Oli gardan akan berubah warna menjadi putih karena oli gardan bercampur dengan air.
Terlebih jika motor digunakan untuk menerobos banjir, kondisi ini pasti sangat sering ditemui.
Nah, saat oli gardan sudah berubah warna menjadi putih karena tercampur air ini tentunya sudah tidak bisa digunakan lagi.
Karena, kemampuan oli untuk melumasi komponen gearbox sudah berkurang drastis. Jadi, oli tidak mampu melumasi gear atau komponen lain yang bergesekan.
Jika dibiarkan begitu saja oli gardan yang sudah berubah warna tidak diganti, efeknya gear rasio atau komponen lain didalam girboks CVT menjadi cepat aus.
Lalu, bagaimana bisa air masuk kedalam girboks CVT motor matic?
Air yang masuk kedalam girboks CVT ini biasanya masuk melalui selang hawa, atau selang gardan yang sudah getar atau robek.
Selang hawa ini umumnya terhubung dari bagian girboks CVT motor matic ke box filter udara.
Karena selang hawa ini terbuat dari bahan karet, maka seiring dengan pemakaiannya selang hawa bisa getas dan robek yang mengakibatkan air mudah masuk kedalam ruang girboksnya.(*)
(hbd)