LANGIT7.ID–Jakarta; Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyoroti pentingnya reformasi ekosistem pelatih nasional untuk menjawab kebutuhan peningkatan jumlah pelatih di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu fokus utama Erick saat menyampaikan arahannya dalam National Coach Conference 2025 yang digelar di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (18/7).
Indonesia saat ini memiliki sekitar 15 ribu pelatih aktif, namun angka tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal. Dengan potensi lebih dari 12 ribu klub di seluruh Indonesia — dihitung dari total 514 kabupaten/kota dengan asumsi masing-masing memiliki 25 klub — maka Indonesia membutuhkan sedikitnya 36 ribu pelatih.
“Profesi pelatih sangat diperlukan. Ekosistem ini tengah kita bangun dan pelatih juga perlu proses. Saya mendorong adanya terobosan PSSI dan Asprov mempermudah akses dan menurunkan biaya lisensi pelatih. Dukungan Rp 500 juta per tahun ke Asprov adalah bentuk nyata komitmen kami,” ujar Erick dalam keterangannya, dikutip Sabtu (19/7/2025).
Untuk mendorong pembinaan sepak bola dari level akar rumput, PSSI juga telah melakukan perubahan statuta secara resmi. Perubahan ini didasarkan pada semangat agar pemain sepak bola tidak hanya lahir dari klub-klub besar di perkotaan, melainkan dari komunitas yang tersebar di seluruh Indonesia. Skema baru kompetisi juga dirancang melalui Liga 4 yang berbasis kota/kabupaten. Juara Liga 4 akan naik ke tingkat provinsi melalui Liga 3, lalu melangkah ke tingkat nasional dalam Liga Profesional.
Erick juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam proses pembinaan, baik untuk pelatih maupun pemain. Ia dengan tegas menolak segala bentuk praktik “titipan”.
“Junjung tinggi integritas. Beri kesempatan kepada semua anak atau pemain berkembang. Itulah ekosistem yang harus kita bangun. Jadi PSSI dan Asprov jangan akomodir pelatih titipan, dan pelatih juga setelah melatih jangan terima pemain titipan,” tegas Erick.
Erick menyampaikan hal tersebut di hadapan 300 pelatih dari berbagai daerah yang hadir dalam acara National Coach Conference 2025. Konferensi ini diselenggarakan oleh PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dengan tujuan memperkuat fondasi pembinaan pelatih di Tanah Air.
“Sepak bola Indonesia mengalami banyak terobosan dalam dua tahun terakhir. Prestasi nasional meningkat, pemusatan latihan timnas putra dan putri berjalan baik, dan program pengembangan grassroot kian tumbuh,” kata Erick Thohir.
Dengan tantangan dan peluang yang ada, PSSI terus mendorong transformasi menyeluruh untuk menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih sehat, inklusif, dan profesional.
(lam)