LANGIT7.ID–Jakarta; PSSI menegaskan bahwa setiap pelatih sepak bola di Indonesia wajib memperbarui lisensi kepelatihan mereka setiap tiga tahun melalui proses validasi resmi. Kebijakan ini kembali ditegaskan dalam gelaran National Coaching Conference (NCC) 2025 yang berlangsung pada 18–20 Juli di Jakarta International Stadium (JIS).
Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha menjelaskan bahwa proses validasi lisensi merupakan bagian dari sistem pembinaan pelatih yang kini semakin diperkuat. “Dalam kegiatan ini para pelatih juga menjalani proses validasi, karena kita tahu lisensi kepelatihan memiliki masa berlaku selama tiga tahun dan wajib diperbarui melalui proses validasi berkala,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (23/7/2025).
Konferensi kepelatihan nasional yang terakhir kali diadakan pada 2019 ini menghadirkan 230 pelatih dari berbagai jenjang lisensi, mulai dari lisensi D hingga AFC Pro. Mereka sebelumnya telah melewati proses seleksi dan registrasi melalui sistem Learning Management System (LMS) yang disiapkan oleh PSSI. Melalui forum ini, pelatih tidak hanya mengikuti materi pengembangan kapasitas, namun juga mengikuti evaluasi yang menjadi bagian dari proses validasi lisensi.
Validasi ini menjadi kunci bagi peningkatan kualitas ekosistem pelatih, sekaligus menjaga standar profesionalisme dalam pembinaan pemain di semua level. Apalagi, kebutuhan akan pelatih berkualitas di Indonesia masih sangat besar. Saat ini, PSSI mencatat terdapat 15.656 pelatih berlisensi di seluruh Indonesia, dengan rincian 10.537 pemegang lisensi D, 4005 lisensi C, 768 lisensi B, 307 lisensi A, dan hanya 39 pelatih dengan lisensi AFC Pro.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyebut bahwa jumlah tersebut masih belum mencukupi. “Diperkirakan Indonesia membutuhkan setidaknya 36 ribu pelatih, sementara saat ini baru tersedia 15 ribu pelatih aktif. Jumlah ini masih jauh dari negara maju seperti Jepang,” kata Erick dalam sambutannya.
Menurut Ratu Tisha, agenda NCC tidak sekadar menjadi ruang diskusi, tetapi juga sarana untuk menyamakan pemahaman tentang standar pelatihan dan pembinaan. Ia berharap validasi lisensi ini bisa mendorong pelatih untuk terus meningkatkan kualitas, baik dari sisi teknis maupun nilai-nilai integritas dan sportivitas.
“Diharapkan para pelatih dapat meningkatkan kualitas, tidak hanya dari sisi teknikal kepelatihan, tetapi juga dalam hal integritas, menjunjung tinggi respek, dan menjadikan fair play sebagai prinsip utama dalam pembinaan sepak bola,” tutur Ratu Tisha.
Selama konferensi, para pelatih juga mendapatkan paparan langsung dari pelatih profesional seperti Patrick Kluivert (Timnas Indonesia), Bojan Hodak (Persib Bandung), Jan Olde Riekerink (Dewa United), Nova Arianto (Timnas U17), dan Satoru Mochizuki (Timnas Putri). Selain itu, materi tambahan disampaikan oleh FIFA Technical Expert Professor Adam Kelly dan Deputi Direktur Teknik AFC Takeshi Ono.
PSSI menegaskan bahwa validasi lisensi pelatih akan menjadi bagian dari agenda tahunan yang terintegrasi dalam kegiatan seperti NCC. Tujuannya adalah memastikan seluruh pelatih yang aktif benar-benar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan sepak bola modern.
Dengan sistem validasi tiga tahunan ini, PSSI berharap dapat menjaga standar kualitas pelatih secara nasional, sekaligus memperkuat fondasi pengembangan sepak bola Indonesia melalui jalur pendidikan dan pembinaan yang lebih profesional dan terukur.
(lam)