LANGIT7.ID-Jakarta; Direktur Teknik (Dirtek) PSSI, Alexander Zwiers, menegaskan bahwa filosofi sepak bola Indonesia, Filanesia, akan menjadi dasar penting dalam membangun identitas tim nasional. Menurutnya, masa lalu sepak bola Indonesia yang penuh dengan pemain legendaris harus dihargai, sekaligus dijadikan pijakan untuk meraih prestasi di level dunia.
Dalam konferensi pers perdananya, Alexander menekankan bahwa Filanesia bukan sekadar konsep, tetapi sebuah filosofi yang harus benar-benar dihidupkan dalam sistem pembinaan. “Filosofi sepak bola Indonesia didasarkan pada penghormatan terhadap masa lalu, mengenali apa kekuatan sepak bola Indonesia sebelumnya, apa kekuatan pemain legendaris, apa yang membuat mereka berbeda, dan apa yang membuat mereka unik,” tegas Alexander di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (25/8/2025).
Ia menambahkan, filosofi tersebut bukan hanya soal menghargai sejarah, tetapi juga langkah strategis untuk menutup celah yang ada dan membentuk identitas pemain Indonesia di masa depan.
“Pada saat yang sama, kita juga harus menghargai sepak bola Indonesia untuk mencapai target di panggung internasional tertinggi. Jadi, di mana celah untuk pemain masa depan kita, apa yang harus kita perbaiki, dan tipe pemain seperti apa yang kita butuhkan di masa depan. Itulah soal identitas pemain,” ujarnya.
Baca juga: Alexander Zwiers Ungkap Istri Orang Indonesia, Pindah ke Karawaci Demi Kembali Bangun Sepak Bola NasionalLebih jauh, Alexander menilai bahwa Filanesia juga menekankan keterhubungan antara nilai-nilai bangsa Indonesia dengan gaya permainan di lapangan. “Kita juga perlu mengenali bagaimana tim nasional harus mengekspresikan diri di lapangan. Harus ada hubungan antara nilai-nilai Indonesia dengan gaya bermain, bagaimana kita melatih dan mengajar mereka. Itu butuh penelitian, pengetahuan, data, wawancara, serta mendengarkan—apa kekuatan di masa lalu untuk dijadikan pegangan,” jelasnya.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya menjadikan sejarah sepak bola Indonesia sebagai kekuatan dalam perjalanan ke depan. “Kita tidak boleh lupa apa yang terjadi di masa lalu dengan pemain-pemain legendaris Indonesia. Itulah kekuatan kita, itulah identitas kita, mereka adalah pahlawan kita. Jadi, kita juga harus membawa mereka ke masa depan yang lebih baik,” tandasnya.
Baca juga: Alexander Zwiers Fokuskan 100 Hari Pertama dengan Observasi Sepak Bola IndonesiaDengan filosofi Filanesia, Alexander optimistis PSSI bisa menata sistem pembinaan yang lebih terarah. Harapannya, sepak bola Indonesia bukan hanya melahirkan pemain berkualitas di lapangan, tetapi juga pribadi yang kuat dan siap menghadapi masa depan.
(lam)