LANGIT7.ID-Brisbane; Legenda tenis Rod Laver membahas Carlos Alcaraz, Jannik Sinner, dan Novak Djokovic saat menyebutkan favoritnya untuk memenangkan gelar tunggal putra Australian Open 2026.
Aksi babak utama Australian Open tahun ini akan dimulai pada Minggu, 18 Januari, sementara final tunggal putra akan digelar pada Minggu, 1 Februari.
Sinner, peringkat 2 dunia, adalah juara bertahan dua kali Australian Open, setelah mengalahkan Alexander Zverev di final 2025 dan mengatasi Daniil Medvedev di pertandingan juara 2024 untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya.
Alcaraz, peringkat 1 dunia, sedang mengejar mahkota Australian Open pertamanya. Kemenangan akan menjadikannya pemain putra termuda di Era Terbuka yang menyelesaikan Career Grand Slam (memenangkan keempat turnamen major).
Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu, yang telah memenangkan tiga Grand Slam lainnya masing-masing dua kali, belum pernah melampaui perempat final di Melbourne.
Novak Djokovic telah memenangkan rekor 10 gelar Australian Open, dengan kemenangan terakhirnya di Australia datang pada 2023. Petenis Serbia berusia 38 tahun yang kini berada di peringkat keempat itu, mengejar gelar major ke-25 secara keseluruhan (yang akan memperpanjang rekor) dan yang pertamanya sejak AS Terbuka 2023.
Rod Laver Beri Verdictnya untuk Australian Open 2026Dalam sebuah wawancara dengan situs Laver Cup, Laver ditanya siapa yang menurutnya akan memenangkan turnamen putra Australian Open 2026.
"Sangat sulit untuk memprediksi, yang mana adalah situasi yang bagus untuk tenis. Begitu banyak pemain yang bisa meraihnya," kata Laver.
"Tentu saja, Sinner dan Alcaraz ada di puncak daftar seiring persaingan mereka tumbuh. Sinner terus memperkuat permainannya, dan dia adalah juara bertahan dua kali, tetapi jika kondisi panas, saya akan mengatakan Carlos punya kelebihan (edge) dan keinginannya untuk menang akan lebih tinggi dari sebelumnya karena dia belum pernah memenangkannya."
"Dan saya tidak akan pernah mencoret Novak Djokovic, dia menyukai kondisi di Australia."
Laver mengamankan 11 gelar Grand Slam tunggal, tiga di antaranya diraih di tanah airnya di Australian Open. Ikon Australia itu adalah satu-satunya pria yang mencapai Calendar Grand Slam (memenangkan keempat major dalam satu musim) di Era Terbuka, setelah mencapainya pada 1969.(*/saf/tennis365)
(lam)