LANGIT7.ID-Melbourne; Tua tua keladi, makin tua makin jadi. Banyak yang meragukan penampilan petenis legend, Novak Djokovic ketika turun di Australia Open untuk mengejar ambisinya melengkapi tropi grand slamnya yang ke 25. Tapi dilihat dari performentnya dari babak awal masih sangat meyakinkan. Ia tetap garang dan lincah. Di babak kedua pun, Novak Djokovic juga dengan meyakinkan meraih kemenangan di Australian Open pada Kamis, di mana sang juara sepuluh kali itu mengalahkan Francesco Maestrelli dengan skor 6-3, 6-2, 6-2.
Ini baru pertandingan keduanya sejak memenangkan gelar tingkat tur ke-101 di Athena pada November lalu. Pada usia 38 tahun, Djokovic tampak bergerak seefisien biasanya dan memukul bola dengan bersih sepanjang pertandingan siang itu—sebuah tanda positif bagi performa petenis Serbia ini di tahap awal turnamen.
Djokovic, yang pada babak pertama mencatat kemenangan ke-100nya di Australian Open, membutuhkan tujuh peluang set point untuk merebut set pertama yang berdurasi 47 menit. Hampir tak pernah kehilangan kendali dalam reli dari garis dasar, Djokovic pasti puas dengan performa servisnya yang dominan, setelah memenangkan 86 persen (43 dari 50) poin dari servis pertamanya.
Saat menghadapi dua peluang break point pada gim servis pembuka di set kedua, Djokovic berhasil memancing kesalahan pukulan forehand return dari petenis kualifikasi berusia 23 tahun itu, yang sebelum pertandingan menyebut pertemuannya melawan sang juara 24 gelar mayor ini sebagai "salah satu momen paling mendebarkan dalam hidupku."
![Djokovic Memang Top Markotop, Lolos ke Babak Ketiga Australian Open Dengan Penuh Meyakinkan]()
Djokovic kini hanya terpaut satu kemenangan lagi dari 400 kemenangan di level Grand Slam. Jika dia mengalahkan lawan berikutnya, Botic van de Zandschulp atau Shang Juncheng, Djokovic akan menjadi pemain pertama yang mencatatkan 400 kemenangan pertandingan mayor. Van de Zandschulp pernah mengejutkan Djokovic tahun lalu di ajang ATP Masters 1000 di Indian Wells, membuat rekor Head2Head Lexus ATP mereka menjadi imbang 1-1. Sementara itu, Djokovic belum pernah menghadapi Shang.
Dalam penampilan ke-21nya di Melbourne Park, Djokovic diunggulkan untuk bertemu petenis Italia Lorenzo Musetti di perempat final dan juara bertahan dua kali Jannik Sinner di semifinal.
Musetti melaju dengan cepat mengalahkan rekan senegaranya, Lorenzo Sonego, 6-3, 6-3, 6-4 untuk menyamai hasil terbaiknya di Grand Slam pertama musim ini. Unggulan kelima itu menciptakan 23 peluang break, dan mengonversi enam di antaranya, menurut Infosys Stats. Musetti, 23 tahun, selanjutnya akan menghadapi unggulan ke-31 Stefanos Tsitsipas atau petenis Ceko Tomas Machac.(*/saf/atptour)
(lam)