Giuseppe Marotta Kecam Aksi Pelemparan Petasan ke Arah Kiper Timnas Indonesia Emil Audero
nabilSenin, 02 Februari 2026 - 10:01 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Aksi tidak terpuji oknum suporter mewarnai laga antara Cremonese melawan Inter Milan di Stadio Giovanni Zini, Senin (2/2/2026) dini hari WIB. Sebuah petasan dilemparkan dari tribun tandang dan mengenai kiper Cremonese, Emil Audero, saat pertandingan memasuki babak kedua.
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-50 di kala I Nerazzurri sudah unggul 2-0 lewat gol Lautaro Martinez dan Piotr Zielinski. Meski mengalami luka kecil di bagian kaki akibat ledakan petasan tersebut, Audero tetap menunjukkan sikap profesional dengan berdiri dan melanjutkan pertandingan hingga laga usai.
Presiden Inter Milan, Giuseppe Marotta, memberikan apresiasi tinggi terhadap keteguhan hati penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut. Di sisi lain, Beppe Marotta mengecam keras tindakan oknum pendukung yang dianggapnya mencederai sportivitas.
"Situasi yang belum pernah saya alami selama bertahun-tahun dalam karier saya. Itu adalah tindakan sensasional atas nama anti-sportivitas. Saya tahu pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan," katanya.
Marotta menegaskan bahwa pihak klub sangat mengutuk kejadian luar biasa tersebut dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang. Ia juga menyoroti pentingnya membangun budaya positif di kalangan suporter agar peristiwa serupa tidak terulang kembali.
"Mungkin ini insiden terisolasi, kami menunggu hasil penyelidikan, tetapi kami berpikir sama seperti semua penggemar. Kita memiliki kewajiban untuk menciptakan budaya dan mencegah situasi seperti ini. Kami mengutuk insiden luar biasa ini," tuturnya.
Pernyataan Marotta ditutup dengan ucapan terima kasih kepada Emil Audero. "Kami juga ingin berterima kasih kepada Audero atas profesionalismenya, karena berkat itu, pertandingan ini dapat dimainkan hingga selesai," tukasnya.
Berdasarkan laporan media Italia seperti La Gazzetta dello Sport, pelaku pelemparan justru mengalami nasib nahas. Oknum tersebut dilaporkan menderita luka pada tiga jarinya akibat petasan yang dilemparkannya sendiri dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setempat.