LANGIT7.ID-Jakarta; Program Djarum Plus menjadi salah satu pilar penting dalam dukungan sektor swasta terhadap ekosistem pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Kolaborasi strategis antara universitas dengan mitra industri, termasuk Djarum Plus, Bank Indonesia, Yayasan Salemba Empat (KSE), IBFL Adaro, serta Chaoren Pokphand Foundation, turut berkontribusi menjaga keberlanjutan kuliah mahasiswa di tengah tantangan ekonomi.
Hingga tahun 2026, kemitraan lintas sektor ini membantu ULM mengelola total 6.000 mahasiswa penerima beasiswa. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni ULM, Muhammad Rusmin Nuryadin, menekankan bahwa akses pendidikan inklusif menjadi prioritas utama kampus tertua di Kalimantan tersebut. Hal ini ditegaskan Rusmin dalam agenda Sosialisasi dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ULM Tahun 2026.
"Lewat beasiswa, pemerintah dan Universitas Lambung Mangkurat ingin memfasilitasi semua siswa-siswi yang memiliki keterbatasan ekonomi agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi," ungkap dia dalam keterangannya, dikutip Selasa (10/2/2026).
Selain dukungan swasta, sumber pendanaan utama tetap mengalir dari anggaran pemerintah, baik APBN maupun APBD. Skema yang tersedia mencakup KIP-Kuliah, Adik Difabel, Adik Papua, dan bantuan daerah 3T. Program afirmasi lokal juga tersedia, seperti Seribu Sarjana dari Kabupaten Balangan, SMART dari Kabupaten Tabalong, serta bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
"Saat ini, sekitar 6.000 mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat tercatat sebagai penerima beasiswa, mencerminkan peran aktif universitas dalam mengelola dan memfasilitasi pendanaan pendidikan bagi mahasiswa," tambah Rusmin.
Rusmin turut mengingatkan aspek teknis pendaftaran bagi calon mahasiswa. Integrasi KIP-Kuliah dengan Sistem Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menjadi syarat mutlak. Siswa diwajibkan melakukan sinkronisasi data NIK, NISN, dan NPSN agar bisa mengikuti jalur SNBP maupun SNBT dengan fasilitas pembiayaan.
Bagi pendaftar jalur mandiri yang mengalami kendala finansial, ULM menyediakan layanan pendampingan khusus. Pihak kampus siap mengarahkan mahasiswa pada opsi bantuan lain, termasuk skema pemerintah daerah, demi memastikan pemerataan akses pendidikan tinggi dan mencetak sumber daya manusia yang unggul.
(lam)