LANGIT7.ID-Riyadh; Cristiano Ronaldo telah memutuskan untuk mengakhiri aksi boikotnya dan kembali bermain untuk Al Nassr, menurut sumber yang berbicara kepada ESPN Brasil.
Bintang berusia 41 tahun itu absen dalam dua pertandingan klub Liga Pro Saudi tersebut—kemenangan 2-0 atas Al Ittihad pada Jumat (9/2) serta kemenangan atas Al Riyadh pekan lalu.
Menurut sumber-sumber tersebut, kapten timnas Portugal itu menyatakan akan kembali tampil pada laga melawan Al Fateh tanggal 14 Februari mendatang. Sebelumnya, Al Nassr juga akan bertanding menghadapi Arkadag pada Rabu ini di Liga Champions Asia Dua.
ESPN melaporkan bahwa absennya Ronaldo dari dua laga sebelumnya disebabkan ketidakpuasannya terhadap Public Investment Fund (PIF), dana investasi negara Arab Saudi, serta peran mereka dalam membantu klubnya selama bursa transfer.
Ronaldo melihat bahwa rival Al Nassr, Al Hilal—yang juga 75% sahamnya dimiliki PIF—berhasil merekrut mantan rekan setimnya di Real Madrid, Karim Benzema, dari Al Ittihad pada bursa transfer Januari lalu.
Menurut laporan, Ronaldo akhirnya setuju untuk kembali ke lapangan setelah melihat tuntutan utamanya dipenuhi oleh PIF. Sang bintang sepak bola itu menyatakan akan kembali bermain setelah lembaga tersebut membayar gaji tertunda para pemain Al Nassr dan mengembalikan otonomi manajemen kepada eksekutif puncak klub.
Dengan demikian, Simão Coutinho (direktur olahraga) dan José Semedo (CEO), yang sebelumnya sempat ditangguhkan tugasnya oleh PIF, kembali mendapatkan wewenang untuk bertindak, tutur sumber yang sama.
Sepanjang musim ini, Ronaldo telah tampil dalam 22 pertandingan untuk Al Nassr, mencetak 18 gol dan memberikan tiga assist. Saat ini, Al Nassr berada di posisi kedua klasemen Liga Pro Saudi, hanya terpaut satu poin dari rival bebuyutan mereka, Al Hilal.
Pada Kamis pekan lalu, pihak Liga Pro Saudi mengeluarkan pernyataan yang memperingatkan Ronaldo bahwa tidak ada pemain yang boleh mempengaruhi keputusan di luar timnya sendiri.
"Liga Pro Saudi dibangun berdasarkan prinsip sederhana: Setiap klub beroperasi secara mandiri di bawah aturan yang sama," bunyi pernyataan liga.
"Setiap klub memiliki dewan, eksekutif, dan kepemimpinan sepak bolanya sendiri. Keputusan mengenai perekrutan, pengeluaran, dan strategi berada di tangan klub masing-masing, dalam kerangka keuangan yang dirancang untuk memastikan keberlanjutan dan keseimbangan kompetisi. Kerangka itu berlaku secara setara di seluruh liga."(*/saf/espn)
(lam)