LANGIT7.ID-London; Sir Jim Ratcliffe dalam beberapa bulan terakhir terus menjadi sorotan media karena berbagai alasan. Mulai dari mengawasi perombakan besar-besaran di jajaran rekrutmen internal Manchester United hingga menuai kritik atas pernyataan kontroversialnya tentang imigrasi yang memicu aksi protes dari para pendukung setia klub, ketua INEOS itu seolah tak pernah lepas dari pusat perhatian.
Namun kini, fokus perhatian bergeser dari kontroversi domestik menuju kerja sama internasional.
Pemilik minoritas Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, secara resmi menandatangani perjanjian baru yang menghubungkan Manchester United dengan pemerintah Botswana dalam sebuah kemitraan pengembangan sepak bola yang disebut-sebut sebagai langkah bersejarah.
Pengumuman ini disampaikan melalui laman Facebook resmi Presiden Botswana, Duma Boko, yang mengonfirmasi bahwa tujuh pelatih muda dari negara di Afrika bagian selatan itu akan terbang ke Old Trafford untuk mengikuti program pelatihan intensif.
Inisiatif ini akan membawa para pelatih terpilih untuk menjalani pengembangan teknis di dalam struktur kepelatihan Manchester United. Mereka akan mendapatkan paparan langsung terhadap metodologi Liga Primer Inggris, sistem akademi, serta kerangka organisasi sepak bola akar rumput.
Program tersebut menjadi bagian dari strategi olahraga Botswana yang lebih luas, seiring dengan persiapan negara itu menjadi tuan rumah bersama Piala Afrika 2028.
Dengan berinvestasi dalam pendidikan kepelatihan dan memprofesionalkan staf teknisnya, Gaborone (ibu kota Botswana) bertujuan untuk meningkatkan standar sepak bola nasional sekaligus memperkuat posisinya di hadapan Konfederasi Sepak Bola Afrika.
Bagi Manchester United, kesepakatan ini mencerminkan dimensi lain dari visi global Ratcliffe yang terus berkembang untuk klub.
Meski selama ini pembicaraan lebih banyak berputar di seputar strategi transfer, restrukturisasi akademi, dan perencanaan suksesi jangka panjang di posisi-posisi kunci, kemitraan ini justru menyoroti sisi pengaruh lunak (soft power) klub—memperluas jejak internasional Manchester United di luar sekadar urusan komersial.
Meski rincian operasionalnya belum diumumkan, kesepakatan ini menegaskan bahwa Old Trafford masih berperan sebagai pusat sepak bola global.
Di tengah reformasi jajaran direksi dan proses pembangunan kembali performa tim di lapangan, inisiatif dengan Botswana ini menambahkan babak baru dalam masa kepemimpinan Ratcliffe—sebuah babak yang tidak hanya berfokus pada trofi, tetapi juga pada pengaruh global.(*/saf/centredevils.co.uk)
(lam)