LANGIT7.ID-California; Mantan juara Iga Swiatek dan petenis cantik Elena Rybakina sama-sama berhasil melewati momen-momen menegangkan untuk melaju ke babak ketiga Indian Wells pada 7 Maret. Si cantik Rybakina bahkan mengaku bahwa ia telah belajar untuk tidak terburu-buru dalam bermain.
Petenis nomor dua dunia, Swiatek, yang mengangkat trofi di turnamen ATP dan WTA Masters 1000 bergengsi ini pada tahun 2022 dan 2024, memulai pertandingan dengan sangat baik. Ia bekerja keras melewati penyelesaian yang cukup sulit untuk mengalahkan petenis kualifikasi asal Amerika Serikat, Kayla Day, dengan skor 6-0, 7-6 (7-2).
Sementara itu, si cantik Rybakina, juara Indian Wells 2023 dan mantan juara Australia Terbuka, menghadapi pertandingan yang lebih berat. Ia meraih kemenangan 7-6 (7-5), 2-6, 6-2 atas petenis Amerika Serikat peringkat 43, Hailey Baptiste.
Petenis Kazakhstan yang diunggulkan di posisi ketiga di bawah Aryna Sabalenka (peringkat satu dunia) dan Swiatek ini, membutuhkan kesabaran dan tekad yang kuat dalam menghadapi serangan agresif dari Baptiste.
"Ini benar-benar pertandingan yang sulit hari ini, tapi saya sangat senang dengan kemenangan ini," kata Rybakina.
"Dia bermain sangat baik. Dia terus bermain agresif. Dia memiliki servis yang bagus. Saya memiliki peluang, tapi tidak bisa memanfaatkannya dari awal. Alhasil, saya kesulitan di set kedua, sedikit terburu-buru dalam bermain."
"Pasti ada beberapa hal yang harus saya tingkatkan."
Setelah menyia-nyiakan keunggulan break di awal set pertama, Rybakina bertahan dari tiga set point untuk memaksa tiebreak. Di tiebreak tersebut, tiga winner forehand membuatnya unggul sebelum ia merebut set pertama dengan winner forehand lainnya.
Namun, servisnya dua kali dipatahkan di set kedua. Baptiste memanfaatkan situasi ini dan memenangkan set setelah Rybakina melakukan double-fault pada saat break point, yang memberi petenis Amerika itu keunggulan 5-2.
Game servis Baptiste yang goyah memberi Rybakina kesempatan untuk memimpin 3-1 di set ketiga. Setelah itu, ia mampu mengendalikan permainan hingga meraih kemenangan.
Swiatek, di sisi lain, melaju mulus di set pertama melawan Day yang kidal. Namun, petenis kidal peringkat 187 itu berhasil mematahkan servis bintang Polandia tersebut di game pembuka set kedua.
Swiatek berjuang keras dari kedudukan 0-40 untuk menghindari ketertinggalan 0-3. Sayangnya, saat ia tertinggal 0-40 di game kelima, ia tidak bisa menyelamatkannya dan Day kembali mematahkan servisnya untuk unggul 5-1. Swiatek merespons dengan memenangkan lima game beruntun sehingga pertandingan berlanjut ke tiebreak. Di tiebreak, ia melesat dengan keunggulan 5-0.
"Set pertama menunjukkan dengan tepat bagaimana saya harus bermain. Sayangnya, saya tidak melakukannya di awal set kedua. Saya tahu saya bisa kembali ke permainan itu dan membalikkan keadaan," ujarnya. "Saya bisa bermain intens namun lebih presisi dalam gerakan kaki dan memberi tekanan pada lawan."
Swiatek, yang berharap kembali ke tempat yang ia sukai ini dapat menjadi momentum kebangkitannya setelah tersingkir di perempat final Australia Terbuka dan Doha, selanjutnya akan menghadapi petenis Yunani, Maria Sakkari. Sakkari sendiri melaju setelah menang 7-5, 6-0 atas petenis Amerika Serikat pemegang wild card, Lilli Tagger.
Petenis Rusia berusia 18 tahun, Mirra Andreeva, yang ingin menyamai rekor Martina Navratilova sebagai satu-satunya wanita yang berhasil juara berturut-turut di Indian Wells, tampil dominan dengan mengalahkan petenis Argentina, Solana Sierra, dua set langsung 6-0, 6-0.(*/saf/thestraitstimes)
(lam)