LANGIT7.ID-Jakarta; Dorongan finansial menjadi salah satu alasan utama mengapa sejumlah pemain sepak bola rela menempuh proses naturalisasi untuk membela Timnas Indonesia. Hal ini diungkapkan Wiljan Pluim, eks gelandang PSM Makassar dan Borneo FC, yang mengaku mengikuti polemik paspor ganda yang tengah ramai diperbincangkan di Liga Belanda.
Pluim menyebut, nilai kontrak seorang pemain bisa melonjak drastis begitu ia mengantongi paspor Indonesia.
"Di Indonesia, nilai Anda tiba-tiba jauh lebih tinggi dengan paspor (Indonesia)," kata Pluim dalam wawancara bersama ESPN NL, dikutip Selasa (21/4/2026).
Pemain kelahiran Zwolle itu mengaku pernah berbincang langsung dengan sejumlah pemain naturalisasi soal status dokumen kewarganegaraan mereka. Dari obrolan itu, ia mendapati fakta bahwa kepemilikan dokumen identitas ganda masih terjadi di lapangan, meski secara aturan tidak diperbolehkan.
"Ada sejumlah pemain yang sudah memiliki paspor ganda," ujar Pluim.
Ia menjelaskan, para pemain itu kerap berdalih bahwa kartu identitas Belanda yang masih mereka pegang memudahkan mobilitas lintas negara.
"Mereka selalu mengatakan: 'Secara teknis tidak diperbolehkan, tetapi selama Anda menyimpan kartu identitas Belanda Anda, Anda dapat memasuki negara ini tanpa visa.' Segala macam hal seperti itu," katanya.
Pluim juga mengakui sulitnya mendapatkan kepastian soal aturan kewarganegaraan ini, bahkan ketika ia masih aktif berkarier di Indonesia.
"Saat itu, saya benar-benar tidak bisa mendapatkan kejelasan tentang situasi tersebut di mana pun," ujar Pluim.
Meski pernah lama berkarier di Liga 1, Pluim menegaskan dirinya tidak pernah tergoda mengambil jalur naturalisasi. Baginya, keputusan itu bertentangan dengan prinsip pribadi dan tidak sebanding dengan risiko yang harus ditanggung.
"Itu terasa tidak benar bagi saya. Mendapatkan paspor Indonesia juga tidak banyak gunanya bagi saya," ucapnya.
Ia menambahkan, meski tawaran finansial dari naturalisasi terlihat menggiurkan, faktor itu sama sekali tidak masuk dalam pertimbangannya.
"Tapi itu bukan faktor bagi saya. Saya sudah bermain di sana selama beberapa tahun, tidak perlu membuktikan banyak hal lagi, dan karena itu saya tidak akan mengambil risiko itu," pungkasnya.
(lam)