LANGIT7.ID-Jakarta; Pernikahan El Rumi, putra kedua musisi legendaris Ahmad Dhani, dengan Maia Estianty, benar benar menyedot perhatian publik. Namun, di tengah lautan tamu berbalut batik dan jas rapi, satu sosok menonjol karena kesederhanaannya yang mengundang tanya: Haji Her (Haji Khairul Umam) asal Pamekasan Madura, yang hadir dengan setelan sarung dan kemeja batik: Aneh? Tidak! Sederhana dan tetap elegan serta bernilai kultural.
Sementara selebritas, konglomerat, dan kerabat dekat tampil gemerlap, Haji Her justru memilih gaya khas tradisional yang penug kultural. Bukan karena tak punya setelan mahal—faktanya, ia dikenal sebagai salah satu konglomerat dan dijuluki sultan dari Pamekasan Madura, Jawa Timur.
Haji Her panggilan yang sedergana, tetapi sesungguhnya ia adalah pengusaha tembakau dan rokok yang sukses asal Pamekasan, Madura. Saking suksesnya, sampai sampai ia dijuluki "Sultan Madura" atau "Crazy Rich Madura". Bisnis utamanya adalah PT Bawang Mas Group, perusahaan rokok yang terkenal membeli tembakau petani tanpa sampel. Selain tembakau, ia memiliki Bento Grup Indonesia (kuliner) dan Bento Kopi.
Tidak hanya itu, Haji Her juga membangun perusahaan yang merambah industri kuliner dengan mendirikan Bento Grup Indonesia dan Bento Kopi yang semakin meluas.
Haji Her, juga dikenal dermawan. Salah satunya membangun ribuan rumah untuk warga miskin di Pamekasan menggunakan dana pribadi.
Kekayaan dan Dermawan: Julukan "Sultan Madura" melekat karena kekayaannya yang besar dan gaya hidupnya yang dermawan, sering membantu ekonomi masyarakat sekitar.
Haji Her juga sempat menjadi perbincangan karena aksi solidaritas dari ribuan petani dan ulama di kediamannya di Pamekasan.(*/saf)
(lam)