LANGIT7.ID-Paris; Yuliia Starodubtseva dari Ukraina sebelumnya sudah enam kali menghadapi lawan yang masuk 10 besar dunia sebelum pertandingan putaran kedua Roland Garros kali ini, namun belum pernah sekalipun meraih kemenangan. Pada Rabu, di salah satu panggung terbesar dalam dunia tenis, petenis berusia 26 tahun itu meraih kemenangan terbesar dalam kariernya sekaligus menjadi kejutan terbesar turnamen tahun ini setelah menaklukkan unggulan kedua, si cantik Elena Rybakina, dalam pertandingan tiga set yang dramatis di Paris.
Si Cantik Rybakina Tampil Solid dan Rebut Set PertamaSi cantik Rybakina, yang sebenarnya berpeluang meninggalkan Paris sebagai petenis peringkat 1 dunia WTA Tour, langsung mematahkan servis Starodubtseva pada peluang pertamanya untuk unggul 3-0. Ia menambah satu break lagi untuk menjauh 5-1 sebelum petenis Ukraina tersebut mencoba bangkit. Meski demikian, si cantik Rybakina akhirnya merebut set pertama dengan skor 6-3.
Starodubtseva Juarai Set Kedua dan Unggul Awal di Set KetigaStarodubtseva membalikkan keadaan di set kedua. Ia dua kali mematahkan servis si cantik Rybakina dan tancap gas unggul 5-0 dalam perjalanannya merebut set dengan skor 6-1. Dengan momentum di pihaknya, ia kembali mematahkan servis dua kali di awal set penentu untuk unggul 3-0, hanya selangkah lagi meraih kemenangan besar.
Si cantik Rybakina Bertahan, tapi Kalah dalam Tiebreak Set Ketiga
Saat semua orang mengira si cantik Rybakina akan tersingkir, ia perlahan menemukan ritmenya lagi dan mampu memulihkan dua kali break untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Saat pertandingan memasuki tiebreak di set ketiga, Starodubtseva langsung tancap gas unggul 6-2 dan kali ini ia bertahan untuk menutup kemenangan 3-6, 6-1, 7-6 (10-4) dalam waktu 2 jam 28 menit.
"Sejujurnya saya sudah menduga akan ada perlawanan balik. Begitu kedudukan 3-3, saya rasa permainan saya tidak begitu buruk," ujar Starodubtseva usai pertandingan. "Saya pikir dia sedikit meningkatkan permainannya. Mungkin saya sedikit membantu, tapi tidak banyak. Saat 3-3, dan seingat saya dia unggul 4-3? Saya rasa yang lebih penting adalah memikirkan bahwa kedudukan kembali netral. Kita memulai lagi dari awal, tidak peduli apa yang baru saja terjadi. Anggap saja 0-0, 0-1. Mari mulai lagi. Jangan memikirkan masa lalu dan teruslah bergerak maju."
Statistik kunci dari pertandingan ini adalah 71 kesalahan sendiri yang dibuat si cantik Rybakina dibandingkan hanya 23 winner, sementara Starodubtseva mencatat 36 kesalahan sendiri dan 13 winner.
Starodubtseva melaju ke putaran ketiga di Paris untuk dua tahun berturut-turut, yang hingga kini masih menjadi hasil terbaiknya di turnamen Grand Slam. Hasil ini melanjutkan tren peningkatan permainannya di tahun 2026. Ia memulai musim di luar peringkat 100 besar, namun kini naik ke peringkat 55 dalam ranking WTA PIF setelah mencapai final WTA 500 pertamanya di Charleston.
"Saya merasa, jika kamu ingin mengalahkan salah satu petenis terbaik, kamu harus percaya bahwa kamu mampu mengalahkan yang terbaik," kata Starodubtseva kepada media seusai kemenangannya. "Saya mencoba masuk ke pertandingan ini dengan pola pikir seperti itu, berusaha tidak memberikan rasa hormat yang berlebihan, meskipun dia adalah petenis hebat dan seseorang yang bisa kamu kagumi. Dia jelas nomor 2 di dunia. Tapi sekali lagi, jika kamu ingin menjadi salah satu dari mereka, kamu harus mulai percaya bahwa kamu bisa mengalahkan mereka."
Bagi Rybakina, yang mengoleksi 31 kemenangan sepanjang musim ini (terbanyak di antara semua petenis), kekalahan ini menjadi penampilan terawalnya di Paris sejak 2020, saat ia juga kalah di putaran kedua.
"Energinya benar-benar tidak ada," ujar petenis Kazakhstan itu kepada media usai pertandingan. "Saya tidak bisa menemukan keseimbangan yang tepat saat memukul bola. Licin sekali. Di beberapa momen, saya bertumpu pada kaki, tetapi semuanya terasa tidak berirama. Sulit dijelaskan. Saat latihan, rasanya tidak seburuk ini. Saat cuaca sangat panas, bola benar-benar melayang. Sangat sulit mengontrolnya. Apalagi saya yang selalu agresif, mencoba bermain cepat dan maju ke depan, jika tidak memberikan cukup putaran atau jika tangan tidak cukup cepat, bola akan melambung ke mana-mana. Bagi saya, terlalu banyak kesalahan yang bahkan tidak perlu dibicarakan soal maju ke net dan hal-hal lainnya."(*/saf/wtatennis)
(lam)