Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 28 Mei 2026
home sports detail berita

Sinner Ditumbangkan Petenis Non Unggulan di Babak Kedua Roland Garros: Jalan Mulus Buat Djokovic

sururi al faruq Kamis, 28 Mei 2026 - 21:57 WIB
Sinner Ditumbangkan Petenis Non Unggulan di Babak Kedua Roland Garros: Jalan Mulus Buat Djokovic
LANGIT7.ID-Paris; Benar-benar di luar dugaan, petenis nomor satu dunia Jannik Sinner tumbang secara mencengangkan dari petenis non-unggulan di Roland Garros. Sosok “tukang jagal” yang mengerikan itu ternyata adalah petenis asal Argentina, Juan Manuel Cerundolo, yang rankingnya masih jauh di bawah Sinner, yakni peringkat 54 dunia.

Bagi Sinner, ini menjadi kekalahan yang sangat memalukan sekaligus salah satu hasil paling mengejutkan yang pernah terjadi di turnamen Grand Slam. Petenis Italia yang digadang-gadang sebagai favorit juara Prancis Terbuka justru harus menyerah 3-6, 2-6, 7-5, 6-1, 6-1 dari Juan Manuel Cerundolo pada babak kedua Roland Garros, Kamis.

Padahal absennya petenis peringkat dua dunia sekaligus rival bebuyutan Sinner, Carlos Alcaraz, seharusnya menjadi momentum emas bagi petenis Italia itu untuk unjuk gigi. Namun yang terjadi justru sebaliknya, Sinner tersingkir lebih cepat di babak kedua Roland Garros.

Dalam duel yang tidak terduga tersebut, Sinner beberapa kali sempat melakukan servis untuk kemenangan setelah unggul 5-1 di set ketiga. Namun ia mengalami kemunduran drastis di tengah suhu panas Paris yang mencapai 33 derajat Celcius.

Ia bahkan sempat unggul 5-4, 0-40 di set ketiga ketika tiba-tiba membungkuk di lapangan sebelum berjalan menuju kursinya. Sinner meminta bantuan medis lalu meninggalkan lapangan. Seluruh kostum biru mudanya tampak basah kuyup oleh keringat.

Sinner Ditumbangkan Petenis Non Unggulan di Babak Kedua Roland Garros: Jalan Mulus Buat Djokovic

Ketika kembali ke lapangan dengan kompres es di lehernya, Sinner langsung kehilangan poin berikutnya akibat pukulan backhand slice yang melebar. Ia akhirnya kehilangan set ketiga dengan skor 7-5. Setelah itu, Sinner kembali meninggalkan lapangan dan tidak pernah mampu bangkit hingga set kelima yang memastikan kemenangan Cerundolo.

Jalan menuju gelar Grand Slam kelima untuk pemain berusia 24 tahun itu sebenarnya terlihat sangat terbuka karena absennya Carlos Alcaraz yang cedera pergelangan tangan kanan. Terlebih lagi, Sinner sedang berada dalam tren 30 kemenangan beruntun sejak Februari. Namun apa daya, ia justru harus pulang lebih awal.

Juan Manuel Cerundolo sendiri punya cerita menarik. Ia ternyata merupakan adik dari petenis Francisco Manuel Cerundolo. Juan Cerundolo yang kini berusia 24 tahun berada di ranking 54 dunia, sedangkan sang kakak, Francisco Manuel Cerundolo, berusia 27 tahun dan menempati ranking 25 dunia.

Menariknya, bersamaan dengan keberhasilan Juan menumbangkan Sinner, sang kakak Francisco Cerundolo juga sukses mengalahkan petenis Prancis Hugo Gaston dengan skor 2-6, 6-4, 6-2, 6-1. Benar-benar luar biasa melihat kakak beradik berjaya bersama di Roland Garros.

Lalu siapa yang paling diuntungkan dengan tumbangnya Sinner di tangan petenis non-unggulan itu? Salah satu nama yang paling diuntungkan tentu saja Novak Djokovic. Dalam kariernya yang kini sudah memasuki usia 39 tahun, dua pemain yang paling sering mempersulit langkah Djokovic adalah Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz.

Kini Alcaraz sudah absen karena cedera, sementara Sinner ikut tersingkir di babak kedua. Situasi ini membuat Djokovic memiliki peluang besar untuk memanfaatkan momentum hilangnya dua rival terberatnya.

Pertanyaannya, mampukah Djokovic benar-benar memanfaatkan peluang tersebut? Jawabannya masih fifty-fifty. Sebab, deretan petenis muda lain tetap siap menghadang ambisi sang legenda Serbia itu.

Ada Rafael Jodar dari Spanyol yang sedang bersinar, kemudian Joao Fonseca asal Brasil yang akan menjadi lawan Djokovic di babak ketiga. Selain itu masih ada nama-nama senior seperti Alexander Zverev asal Jerman, Daniil Medvedev dari Rusia, hingga Casper Ruud asal Norwegia.

Meski peluang Djokovic masih fifty-fifty, ia tetap memiliki kans besar untuk menjadi juara. Hal itu terlihat dari dua pertandingan awal yang dijalaninya di Roland Garros tahun ini.

Pada babak pertama, Djokovic harus menghadapi pemain tuan rumah berusia 22 tahun, Mphetsi Perricard, yang dikenal memiliki servis “gledek” dengan kecepatan mencapai 246 km/jam. Namun Djokovic tetap mampu memenangkan pertandingan tersebut.

Di babak kedua, Djokovic kembali menghadapi pemain tuan rumah lain, Valentin Royer, yang masih berusia 24 tahun. Lagi-lagi Djokovic mampu menumbangkannya dengan permainan yang masih terlihat garang, solid, dan penuh power serta speed.

Dengan catatan dua pertandingan itu, Djokovic tetap memiliki peluang besar untuk menjadi juara Roland Garros. Jika hal tersebut menjadi kenyataan, maka Djokovic akan menggenapi koleksi Grand Slam miliknya menjadi 25 trofi dan semakin mengukuhkan status sebagai petenis terbaik sepanjang masa.

Saat ini baru ada tiga petenis yang memiliki koleksi Grand Slam di atas 20 trofi, yakni Roger Federer dengan 20 trofi, Rafael Nadal 22 trofi, dan Novak Djokovic 24 trofi. (*/saf/sportsnet)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 28 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)