LANGIT7.ID-Paris; Ternyata tidak hanya di sektor putra, petenis papa atasnya yang berguguran. Kini giliran di sektor petenis putri, para bintangnya juga tersingkir. Setelah, si cantik Elena Rybakina, Iga Swiatek, Coco Gauff, kini ganti petenis wta no 1 dunia, Aryna Sabalenka juga tumbang. Duh bikin gemes!
Pada hari Rabu, Sabalenka, petenis asal Belarusia itu akhirnya ikut bergabung dalam eksodus unggulan setelah ia dikalahkan oleh petenis Rusia unggulan ke-25, Diana Shnaider, dengan skor memalukan, 3-6, 7-5, 6-0.
Sabalenka, juara Grand Slam empat kali yang kalah di final Australia Terbuka musim ini dari si cantik Rybakina, kini gagal melangkah lebih jauh dari posisi runner-up yang ia raih di Roland Garros tahun lalu.
Shnaider awalnya diunggulkan, tetapi petenis kidal ini mengalahkan mantan juara Australia Terbuka, Madison Keys, dengan skor 6-3, 3-6, 6-0 di babak sebelumnya dan sangat mampu bersaing di level ini serta menciptakan kejutan.
Sebagai gambaran, ia sempat tertinggal 4-1 di set pertama dan 5-3 di set kedua sebelum bangkit dan membalikkan keadaan.
Shnaider kini telah mengalahkan dua juara Grand Slam secara beruntun dan mencapai semifinal Grand Slam pertamanya. Ini juga merupakan kemenangan pertamanya melawan petenis nomor satu dunia dan hanya kemenangan kedua sepanjang kariernya atas petenis 10 besar.
Ia selanjutnya akan menghadapi petenis kualifikasi asal Polandia, Maja Chwalinska, yang juga melanjutkan mimpi indahnya dengan mencapai semifinal setelah meraih kemenangan 7-6 (7-3), 6-3 atas Anna Kalinskaya dari Rusia.
![Aryna Sabalenka Tersingkir dari Perancis Terbuka setelah Kalah dari Diana Shnaider dengan Score Memalukan]()
Petenis berusia 24 tahun itu dengan hebat mampu menyerap kekuatan pukulan unggulan ke-22 tersebut, berulang kali memaksa Kalinskaya melakukan kesalahan. Ia pun menjadi petenis kualifikasi kedua di era Open yang mencapai semifinal Roland Garros – dan yang keenam yang mencapai prestasi ini di turnamen Grand Slam.
"Jujur, saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya tahu saya mengulang-ulang kata yang sama, tetapi setiap pertandingan di sini terasa gila bagi saya, jadi saya sangat bersyukur," ujar Chwalinska.
"Saya hanya mencoba memenangkan setiap pertandingan yang saya mainkan."
Di sektor putra, Alexander Zverev menegaskan bahwa ia hanya fokus pada semifinal yang akan dijalani, daripada merasa sebagai favorit untuk memenangkan gelar Grand Slam pertamanya, setelah ia tampil impresif pada hari Selasa dengan kemenangan langsung atas Rafael Jodar.
Dengan kemenangan telak 7-6 (7/3), 6-1, 6-3 atas petenis Spanyol berusia 19 tahun itu, Zverev melangkah ke semifinal Roland Garros kelimanya dalam enam tahun terakhir.
Unggulan kedua ini dianggap sebagai favorit kuat untuk memenangkan gelar Grand Slam pertamanya menyusul kejutan tersingkirnya unggulan utama Jannik Sinner dan juara 24 kali Grand Slam Novak Djokovic pekan lalu di Paris.
Zverev telah tiga kali menjadi runner-up di final Grand Slam, termasuk di Roland Garros dua tahun lalu, dan tahu bahwa tekanan berada di pundaknya saat ia berusaha melepas label yang tidak diinginkan sebagai pemain yang selalu dekat namun belum pernah juara.
"Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya tidak terlalu memedulikan (status favorit)," katanya. "Saya fokus pada pertandingan berikutnya, dan saya fokus pada lawan yang ada di seberang net, dan itu satu-satunya hal yang bisa saya kendalikan."
Lawan berikutnya akan menjadi seorang semifinalis Grand Slam untuk pertama kalinya, yaitu Jakub Mensik yang berusia 20 tahun.
"Kami memiliki petenis-petenis muda yang fantastis di tur saat ini, ada banyak potensi di tur saat ini. Tapi, sekali lagi, saya harus percaya pada diri sendiri, percaya pada permainan saya, dan fokus pada tugas saya," tambah Zverev.(*/saf/thestraitstimes)
(lam)