LANGIT7.ID-Jakarta; Menjelang akhir pekan, banyak masyarakat mulai merencanakan perjalanan untuk beristirahat sejenak dari rutinitas. Ada yang ingin menikmati udara pegunungan, menjelajahi wisata alam, mencicipi kuliner khas daerah, atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga. Di Sukabumi, salah satu pintu perjalanan yang semakin ramai dimanfaatkan masyarakat adalah Stasiun Cibadak.
Data KAI menunjukkan volume pelanggan naik dan turun di Stasiun Cibadak selama Januari hingga Mei 2026 mencapai 74.281 pelanggan, meningkat 6,46 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 69.775 pelanggan. Peningkatan tersebut menunjukkan peran stasiun yang semakin penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan di Stasiun Cibadak sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang mampu menghubungkan kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi, dan destinasi wisata.
“Stasiun Cibadak menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang melakukan perjalanan sehari-hari maupun perjalanan akhir pekan. Kereta api memberikan pilihan transportasi yang nyaman, tepat waktu, dan terhubung dengan berbagai tujuan di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi,” ujar Anne dalam keterangannya, Jumat (12/6/2026).
Stasiun Cibadak dilayani oleh KA Pangrango relasi Bogor–Sukabumi (PP), layanan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi pilihan masyarakat di lintas tersebut. Melalui KA Pangrango, pelanggan dapat terhubung dengan sejumlah stasiun seperti Bogor, Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parungkuda, Cisaat, hingga Sukabumi. Konektivitas ini mendukung mobilitas pekerja, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, serta wisatawan yang melakukan perjalanan antarkota di Jawa Barat.
Selain mendukung aktivitas harian, Stasiun Cibadak juga berada relatif dekat dengan berbagai destinasi wisata unggulan Sukabumi yang banyak dikunjungi saat akhir pekan. Dari kawasan stasiun, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan menuju Situ Gunung Suspension Bridge yang dikenal sebagai salah satu jembatan gantung terpanjang di Asia Tenggara, menikmati keindahan Curug Sawer, atau menjelajahi kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango yang menawarkan panorama pegunungan dan hutan tropis yang masih terjaga.
Kawasan Cibadak dan Sukabumi juga dikenal dengan beragam kuliner serta oleh-oleh khas yang menjadi tujuan wisatawan setelah menikmati wisata alam. Kemudahan akses menggunakan kereta api membuat perjalanan akhir pekan menjadi lebih praktis karena pelanggan dapat menikmati perjalanan tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas di jalan raya.
Menurut Anne, perkembangan volume pelanggan di Stasiun Cibadak menunjukkan bahwa manfaat transportasi berbasis rel semakin dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah yang menjadi tujuan wisata.
“Kereta api membantu masyarakat menjangkau lebih banyak peluang dan pengalaman. Ada yang menggunakannya untuk bekerja dan belajar, ada pula yang memanfaatkannya untuk berwisata dan berkumpul bersama keluarga. Stasiun Cibadak menjadi salah satu simpul yang mempertemukan berbagai kebutuhan perjalanan tersebut,” tutup Anne.
Dengan pertumbuhan pelanggan yang terus berlanjut, dukungan layanan KA Pangrango, serta akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan Sukabumi, Stasiun Cibadak semakin memperkuat perannya sebagai gerbang mobilitas dan pariwisata yang menghubungkan masyarakat dengan beragam tujuan di Jawa Barat.
(lam)