LANGIT7.ID-Spanyol; Barcelona tengah berupaya merampungkan penjualan pemain sebelum 30 Juni untuk membantu catatan keuangan klub sebelum tahun fiskal berakhir.
Di saat seperti ini, keuntungan finansial sekecil apa pun bisa sangat berarti bagi klub, dan tampaknya mereka akan segera menerima tambahan pemasukan tersebut.
Kini, Barcelona dikabarkan akan menerima sekitar Rp7 miliar (€400.000) dari transfer mantan gelandang didikan La Masia, Sergi Altimira, dari Real Betis ke Sporting CP.
Menurut laporan Mundo Deportivo, Betis telah menyetujui penjualan gelandang tersebut ke klub Portugal dengan nilai tetap Rp324 miliar (€18,5 juta), ditambah bonus variabel Rp35 miliar (€2 juta).
Uang yang masuk ke Barcelona ini terkait dengan mekanisme solidaritas, mengingat Altimira menghabiskan sebagian masa pembinaannya di akademi klub sebelum pindah ke Sabadell.
Altimira bergabung dengan Betis dari Getafe pada tahun 2023 setelah klub asal Andalusia itu membayar klausul rilisnya sebesar Rp35 miliar (€2 juta). Kini, hanya tiga tahun berselang, ia pindah ke Sporting dalam kesepakatan yang bisa mencapai lebih dari Rp350 miliar (€20 juta).
Bagi Barcelona, ini menjadi pengingat bahwa La Masia tidak hanya menciptakan nilai melalui pemain yang menembus tim utama.
Kadang nilai itu datang bertahun-tahun kemudian, melalui hak pelatihan, pembayaran solidaritas, dan reputasi akademi yang lebih luas.
Altimira memang bukan bagian dari rencana tim senior Barcelona, tetapi perkembangannya tetap membawa keuntungan finansial bagi klub.
Sabadell juga diperkirakan akan menerima bagian karena Altimira melanjutkan pembinaannya di sana hingga usia 22 tahun.
Begitulah seharusnya sistem ini berjalan. Klub-klub yang membantu membentuk pemain di usia-usia kritis berhak mendapatkan imbalan saat karier para pemain itu berkembang.
Uang Kecil, Waktu yang TepatRp7 miliar tidak akan mengubah musim panas Barcelona secara signifikan. Jumlah itu tidak akan cukup untuk mendanai pembelian pemain besar atau mengubah strategi transfer klub.
Namun, bagi Barcelona saat ini yang bekerja di bawah tekanan finansial—berusaha mengelola registrasi pemain, gaji, perubahan skuad, dan sekaligus memperkuat tim Hansi Flick—setiap rupiah kecil tetap berarti.
Akademi bukan hanya tentang melahirkan bintang seperti Lamine Yamal, Pau Cubarsí, Gavi, atau Fermín López. Akademi juga merupakan ekosistem yang terus memberi kembali kepada klub dengan berbagai cara.
Altimira telah berhasil membangun kariernya di luar Barcelona, dan kabar baiknya adalah klub tetap mendapat keuntungan kecil dari perkembangan salah satu mantan pemain didikannya.
(*/saf/barcauniversal)
(lam)