LANGIT7.ID-Jakarta; Di tengah pesta sepak bola terbesar, Piala Dunia 2026, ada satu selebrasi yang berulang kali muncul setelah gol dilesakkan. Bukan pelukan, tarian, atau bahkan salto, para pemain memilih menunduk, menempelkan kepala hingga menyentuh rumput.
Sujud syukur.
Momen itu dilakukan oleh sejumlah pemain beragama Islam dari berbagai timnas yang berlaga di Piala Dunia tahun ini. Mulai dari kartu AS baru Spanyol, Lamine Yamal, tim nasional Mesir yang dipimpin Mohamed Salah, penggawa timnas Maroko, para pemain Yordania setelah Ali Olwan mencetak gol, Yoane Wissa (Republik Demokratik Kongo), Ramin Rezaeian (Iran), hingga pemain Swedia keturunan Maroko dan Tunisia, Yasin Ayari.
Kebanyakan mereka melakukannya setelah berhasil menjebol gawang lawan, namun di beberapa laga, satu tim melakukan sujud syukur bersama setelah peluit akhir berbunyi.
Tak pelak, fenomena ini membuat Piala Dunia 2026 dilabeli sebagai salah satu turnamen dengan ekspresi keagamaan paling terbuka.
Dalam tradisi Islam, sujud syukur lekat dengan bentuk ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat atau keberhasilan yang diraih. Bagi seorang atlet Muslim, mencetak gol atau memenangkan pertandingan bukan semata hasil kerja keras pribadi, melainkan juga bentuk karunia dari Yang Maha Kuasa.
Dan, yang membuat fenomena ini bertambah menarik adalah sejumlah pelaku sujud syukur adalah pemain dari negara yang mayoritas penduduknya bukan penganut Islam. Yamal misalnya. Dia berkostum Spanyol, sedangkan Ayari membela Swedia.
Yamal langsung melakukan sujud syukur sebagai selebrasi sesaat setelah menjebol gawang Arab Saudi, Minggu (21/6). Tak berlebihan rasanya, mengingat gol itu merupakan torehan pertama Yamal di Piala Dunia. Sujud Syukur Yamal pun viral, dan menuai kekaguman publik.
Dia lahir dari keluarga Muslim taat dan besar di Rocafonda, kawasan imigran yang kuat dengan nilai nilai Islam.
Piala Dunia 2026 memperlihatkan berbagai ekspresi iman di lapangan, mulai dari sujud syukur pemain Muslim, doa bersama pemain Kristen setelah pertandingan, hingga tanda salib yang dilakukan sejumlah pesepak bola Katholik. Fenomena ini menunjukkan bahwa agama tetap menjadi bagian penting dari identitas para atlet modern.
Sebenarnya sujud syukur bukan hal baru di sepak bola.Bintang Mesir Mohamed Salah telah lama menjadikannya sebagai ciri khas setiap kali mencetak gol. Sebelumnya, penggawa seperti Demba Ba dan Papiss Cisse juga melakukan hal serupa.
Tapi, Piala Dunia 2026 adalah panggung yang luar biasa besar, sehingga membuat praktik tersebut jauh lebih terlihat.
Di panggung olahraga terbesar di dunia, ketika jutaan pasang mata menatap seorang bintang, dia justru memilih menundukkan kepala.(hana)
(lam)