LANGIT7.ID-Jerman; Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal mengeksekusi penalti penting bagi Jerman. Jerman oh Jerman, nasibmu kini kok ya sial dan mengenaskan.
Bagaimana Jerman, juara dunia empat kali, bisa tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah adu penalti pada senen(30/6) dari Paraguay yang rangkingnya jauh dibawah Jerman: berada di peringkat ke-34.
Jerman menjadi tim besar pertama di turnamen ini yang tersingkir di babak 32 besar, setelah hasil imbang 1-1 memaksa adu penalti di Foxborough, Massachusetts.
Paraguay sempat dua kali gagal mencetak gol dari titik putih yang seharusnya bisa mengirim Jerman pulang lebih cepat, sebelum José Canale akhirnya mencetak gol penentu kemenangan di babak sudden death.
Julio Enciso membawa Paraguay unggul 1-0 pada menit ke-42, tetapi Havertz menyamakan kedudukan untuk Jerman di menit ke-54. VAR menganulir gol Tah di babak perpanjangan waktu yang membuat Jerman frustrasi.
"Kami harus menganalisis setiap pemain, setiap detail. Berkat itu, saya hanya bisa gagal mengantisipasi dua penalti," ujar kiper Paraguay, Orlando Gill, usai pertandingan. "Ini untuk seluruh rakyat Paraguay."
Canale mengatakan: "Saya rasa kami pantas melangkah lebih jauh, dan sejujurnya, mengingat semua yang telah dikatakan dan semua yang telah kami lalui. Yang ingin saya tekankan dari tim kami adalah betapa kompaknya kami. ... Hari ini adalah pertandingan di mana kami benar-benar harus menunjukkan jati diri kami."
Jerman sebelumnya memenangkan enam dari tujuh adu penalti di turnamen besar, termasuk enam kemenangan beruntun sejak kalah dari Cekoslowakia di final Kejuaraan Eropa 1976. Jerman belum pernah kalah adu penalti di Piala Dunia sebelum hari Senin ini.
Dalam satu-satunya pertemuan sebelumnya di Piala Dunia antara kedua tim, Jerman mengalahkan Paraguay 1-0 di babak 16 besar turnamen 2002. Hampir seperempat abad kemudian, Paraguay membalas dendam.
Paraguay sebelumnya pernah tampil di lima pertandingan gugur, tetapi gagal mencetak gol di setiap laga tersebut. Mereka hanya sekali melangkah lebih jauh di antara kesempatan-kesempatan sebelumnya, yaitu menang adu penalti melawan Jepang di babak 16 besar turnamen 2010 di Afrika Selatan. Paraguay akhirnya kalah dari juara bertahan Spanyol di perempat final tahun itu.
Senin ini merupakan pertandingan gugur pertama Jerman sejak final di Brasil pada 2014, saat Jerman mengalahkan Argentina 1-0 untuk merebut gelar Piala Dunia keempat mereka. Jerman tersingkir di fase grup pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
"Kami memiliki rencana besar untuk Piala Dunia ini. Sangat berat harus mengecewakan lagi," ujar Havertz. "Sulit untuk menciptakan peluang dan menjaga tempo permainan."
Paraguay unggul tiga menit sebelum turun minum, di luar jalannya permainan, ketika Miguel Almirón mengirim bola ke kotak penalti, dan Enciso menyundulnya melewati Manuel Neuer.
Jerman menguasai 78% penguasaan bola di babak pertama, namun harus tertunduk lesu setelah gol Enciso.
Namun Jerman hanya butuh waktu hingga menit ke-54 untuk menyamakan kedudukan, berkat Havertz. Umpan silang berbahaya Florian Wirtz ke tiang dekat disundul dengan cemerlang oleh Havertz untuk menenangkan saraf Jerman, tetapi mereka tidak bisa mencetak gol kemenangan sebelum adu penalti.
Jerman terus menekan selama perpanjangan waktu, dan Tah mengira sundulannya telah menjadi gol penentu kemenangan, sampai VAR mendeteksi pelanggaran yang dilakukan Waldemar Anton, yang menghalangi Gill.
Gill menepis sundulan Havertz dengan tangan terentang. Gill juga menggagalkan tembakan Anton dari jarak dekat dari sepak pojok pada menit ke-119.
Jerman berada di ambang kekalahan ketika Havertz dan Woltemade gagal dalam adu penalti. Namun kegagalan Antonio Sanabria dan Neuer yang menepis tendangan Fabián Balbuena membuka kembali peluang Jerman.
Namun, Tah melambungkan penaltinya melewati mistar, dan Canale mencetak gol penentu kemenangan untuk mengukuhkan kemenangan mengejutkan ini.
Paraguay selanjutnya akan menghadapi pemenang pertandingan antara Prancis dan Swedia pada hari Selasa (1/7), di babak 16 besar di Philadelphia, Sabtu (5/7) mendatang.(*/saf/espn)
(lam)