Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 05 Juli 2026
home sports detail berita
Piala Dunia 2026

Kapten Kanada Stephen Eustaquio Bangga Meski Tersingkir, Sebut Sepak Bola Kanada Kini Lebih Kuat dari Sebelumnya

nabil Ahad, 05 Juli 2026 - 09:38 WIB
Kapten Kanada Stephen Eustaquio Bangga Meski Tersingkir, Sebut Sepak Bola Kanada Kini Lebih Kuat dari Sebelumnya
Kapten Kanada Stephen Eustaquio. (Dok: FIFA)
LANGIT7.ID-Kanada; Perjalanan Kanada di Piala Dunia FIFA 2026 memang telah berakhir, namun sang kapten Stephen Eustaquio memastikan timnya pulang dengan kepala tegak. Meski kalah 0-3 dari Maroko pada babak 16 besar di Houston Stadium, Eustaquio menilai negaranya telah mencatat pencapaian bersejarah yang akan dikenang dalam waktu lama.

Kanada berhasil menorehkan sejumlah rekor penting selama tampil sebagai salah satu tuan rumah turnamen. Tim berjuluk The Reds itu meraih poin pertama, kemenangan pertama, lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya, memenangi pertandingan babak gugur perdana, serta mencetak total sembilan gol, jumlah terbanyak mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.

Eustaquio mengaku kecewa karena langkah timnya harus terhenti, tetapi ia tetap bangga dengan perjuangan seluruh pemain.

"Kami bekerja sangat keras untuk mencapai tahap ini dan tampil baik. Tentu saja, lolos dari fase grup adalah perasaan yang luar biasa. Kemudian memenangkan pertandingan babak gugur melawan Afrika Selatan menjadi pencapaian besar bagi negara kami," ujar Eustaquio.

Menurutnya, Kanada sebenarnya sempat yakin bisa memberikan perlawanan hingga berpeluang lolos ke perempat final.

"Pada babak pertama kami merasa bisa mendorong pertandingan ini dan mencapai perempat final. Tetapi semuanya ditentukan oleh detail-detail kecil. Saya bangga dengan tim ini. Kami melakukan pekerjaan yang luar biasa dan sekarang kami menatap siklus empat tahun berikutnya," lanjutnya.

Kanada sempat membuka pertandingan dengan baik. Mereka memberikan tekanan tinggi kepada Maroko hingga memaksa lawan melakukan beberapa kesalahan di lini belakang yang menghasilkan peluang emas. Namun peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

Sebaliknya, Maroko mampu memanfaatkan peluang pertama mereka melalui situasi bola mati setelah jeda, yang kemudian mengubah jalannya pertandingan.

"Saya pikir kami berhasil menekan mereka dan membuat mereka kesulitan. Peluang besar pertama menjadi milik kami, tetapi kami tidak mencetak gol. Lalu peluang pertama mereka dari situasi bola mati langsung berbuah gol. Saya pikir itulah perbedaan dalam pertandingan ini," kata Eustaquio.

Setelah tertinggal, Kanada berusaha mengejar keadaan. Namun ruang yang terbuka justru dimanfaatkan Maroko untuk menambah dua gol lagi melalui serangan balik.

"Setelah itu pertandingan menjadi lebih terbuka. Kami terus mencoba mengejar, tetapi mereka akhirnya mencetak dua gol lagi saat transisi. Saya rasa hasil akhirnya tidak sepenuhnya menggambarkan jalannya pertandingan. Namun mereka memang mampu memanfaatkan peluang yang dimiliki," ungkapnya.

Meski perjalanan Kanada berakhir di babak 16 besar, Eustaquio percaya pencapaian timnya telah membawa sepak bola Kanada ke level yang lebih tinggi.

Ia merasa dukungan luar biasa dari masyarakat, terutama di berbagai lokasi nonton bareng di Toronto dan Vancouver, menjadi bukti semakin besarnya antusiasme terhadap sepak bola di negaranya.

"Kami meninggalkan sepak bola Kanada di tempat yang lebih baik. Luar biasa melihat semua orang di Toronto, Vancouver, dan semoga di seluruh negeri ikut melompat, berteriak, dan memberikan dukungan. Perjalanan ini memang berakhir hari ini, tetapi saya berharap seluruh masyarakat terus mendukung tim ini dalam empat tahun ke depan," tutup Eustaquio.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 05 Juli 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:01
Ashar
15:22
Maghrib
17:54
Isya
19:08
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan