LANGIT7.ID-Spanyol; Barcelona tidak memiliki rencana untuk mengubah posisi Lamine Yamal, meskipun klub terus memburu seorang penyerang tengah. Staf pelatih meyakini bahwa remaja tersebut tetap paling efektif jika dimainkan di sisi sayap.
Perlu diingat bahwa telah terjadi diskusi internal mengenai solusi di lini serang, seiring upaya Barcelona yang masih terus mencari nomor 9 baru.
Namun, menurut laporan dari El Pais, memindahkan Yamal ke posisi false nine permanen bukanlah salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan saat ini.
Klub masih memprioritaskan perekrutan Julian Alvarez, meskipun rumitnya negosiasi membuat departemen olahraga terpaksa mengevaluasi target-target alternatif, daripada hanya bergantung pada satu transfer.
Yamal telah menunjukkan dalam beberapa kesempatan bahwa ia bisa bergerak ke area tengah dan memengaruhi jalannya pertandingan di antara lini, sehingga memunculkan perbandingan dengan peran yang perlahan diadopsi Lionel Messi selama kariernya di Barcelona.
Meski begitu, staf pelatih meyakini bahwa momen-momen tersebut harus tetap bersifat situasional, bukan menjadi posisi awalnya.
Barcelona Ingin Maksimalkan Kebebasan YamalLaporan tersebut menyatakan bahwa staf Hansi Flick merasa Yamal berada dalam kondisi paling berbahaya ketika ia memulai dari sayap kanan dan bebas menyerang bek lawan dalam situasi satu lawan satu.
Menjaganya tetap di sisi sayap memungkinkan penyerang Barcelona lainnya menciptakan kehadiran fisik yang membuka ruang baginya, di mana pemain seperti Anthony Gordon, Karim Adeyemi, dan Raphinha dianggap sebagai bagian penting.
Pada akhirnya, hal ini akan memberi Yamal kebebasan untuk bergerak ke dalam ketika peluang muncul, tanpa harus memikul tanggung jawab sebagai ujung tombak.
Daripada memintanya bermain dengan menghadap gawang, staf pelatih ingin ia menerima bola sambil menghadap lawan, di mana akselerasi, kontrol bola, dan kreativitasnya dapat memberikan dampak terbesar.
Yamal Melihat Masa Depan di Tengah – Namun Belum SekarangBagian menarik dari cerita ini adalah Yamal sendiri tidak menutup kemungkinan adanya evolusi posisi.
Pemain berusia 19 tahun itu sebelumnya mengakui bahwa ia pada akhirnya melihat dirinya bermain lebih di tengah, karena ia percaya hal itu akan membantunya lepas dari kawalan ganda dan tiga kali yang terus ia hadapi di sisi sayap.
Menerima bola di antara lini, berputar menghadap gawang, dan mengatur serangan adalah hal yang ia rasa cocok dengan perkembangan jangka panjangnya.
“Saya sebenarnya lebih menentukan ketika menerima bola dan berputar di posisi tengah dibandingkan saat di sayap,” ujarnya.
Namun untuk saat ini, ia juga mengakui bahwa tetap bermain di sayap adalah yang terbaik bagi tim.
“Tapi sekarang, saya pikir yang terbaik bagi tim adalah saya bermain di sayap,” tambahnya.
Barcelona tampaknya sependapat. Meskipun Yamal mungkin sesekali bergerak ke area tengah selama pertandingan, tidak ada niat untuk membangun serangan di sekelilingnya sebagai false nine.
Sebaliknya, fokus tetap pada mendatangkan penyerang murni yang bisa melengkapi kelebihannya, bukan mengubahnya.(*/saf/barcauniversal)
(lam)