LANGIT7.ID-Jakarta; Salah satu momen paling kontroversial dalam laga Indonesia kontra Singapura pada Piala AFF 2026 terjadi saat keputusan kartu merah untuk pemain Singapura, Song Ui-young, dibatalkan setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR).
Insiden tersebut terjadi pada menit ke-58 ketika Song Ui-young terlibat friksi dengan gelandang Timnas Indonesia, Ivar Jenner. Wasit awalnya mengeluarkan kartu kuning kedua kepada Song sehingga Singapura harus bermain dengan 10 orang.
Keputusan itu sempat memberi angin segar bagi Indonesia yang saat itu telah unggul 1-0 melalui gol Ragnar Oratmangoen. Bermain dengan keunggulan jumlah pemain diyakini bisa membuka peluang Garuda memperlebar keunggulan.
Namun situasi berubah hanya beberapa menit kemudian.
Pada menit ke-61, wasit menghentikan pertandingan untuk meninjau kembali insiden tersebut melalui VAR. Setelah melihat tayangan ulang, keputusan awal dibatalkan.
Wasit menilai Ivar Jenner melakukan pelanggaran dengan menjegal langkah Song Ui-young ketika Singapura sedang membangun serangan balik. Ivar kemudian dianggap layak menerima kartu kuning.
Sementara itu, aksi sikutan Song Ui-young kepada Ivar Jenner tidak berujung hukuman kartu, sehingga kartu kuning kedua yang sebelumnya diberikan kepada pemain Singapura tersebut resmi dibatalkan.
Keputusan itu membuat Singapura kembali bermain dengan 11 pemain dan pertandingan kembali berlangsung seimbang.
Tak lama setelah kontroversi tersebut, Singapura berhasil memanfaatkan momentum. Pada menit ke-66, Ilhan Fandy mencetak gol penyeimbang setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang Indonesia.
Baca juga: Blunder Lini Belakang Bikin Indonesia Gagal Menang atas Singapura, Garuda Kehilangan Tiket SemifinalSkor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Momen pembatalan kartu merah Song Ui-young menjadi salah satu keputusan paling disorot sepanjang pertandingan. Selain mengubah komposisi pemain di lapangan, keputusan hasil tinjauan VAR itu juga menghapus peluang Indonesia untuk melanjutkan pertandingan dengan keunggulan jumlah pemain pada fase krusial babak kedua.
(lam)