LANGIT7.ID-, Banjarbaru - Ada begitu banyak cara untuk bercerita tentang perempuan dan desainer Ayu Dyah Andari memilih bunga sebagai untuk merepresentasikan perempuan.
Melalui koleksi Puspa: Aksara Hati, ia menerjemahkan karakter perempuan Indonesia melalui tiga bunga ikonik yaitu Rafflesia yang melambangkan kewibawaan, Melati dengan kelembutannya, serta Anggrek yang merepresentasikan keanggunan dan karisma.
Koleksi yang menjadi bagian dari perayaan 15 tahun perjalanan Ayu Dyah Andari ini hadir dalam panggung Indonesia Fashion Aesthetic (IFA) Archipelago Kalimantan Selatan 2026, pada 11 Agustus 2026. Menariknya, Puspa tampil dalam tiga interpretasi berbeda: Puspa Tweed Series, Puspa Couture Collection, dan Puspa Sasirangan.
Tiga Wajah PuspaPada Puspa Tweed Series, menampilkan kesan klasik dibuat lebih kekinian. Ayu memilih material tweed, yang memiliki tekstur khas dipadukan dengan lace dan tailoring yang rapi. Hasilnya adalah busana feminin yang terlihat elegan sekaligus mudah dikenakan dalam berbagai kesempatan.
![Puspa: Ketika Bunga, Perempuan, dan Budaya Nusantara Bertemu dalam Satu Koleksi]()
Kemudian Puspa Couture. Berbeda dari tampilan Puspa Tweed yang lebih praktis, PUSPA Couture menawarkan sisi yang lebih mewah. Material beludru dihiasi border tiga dimensi, kristal, payet, serta detail yang dikerjakan secara handmade. Siluetnya tetap anggun, tetapi memberikan kesan megah yang menjadi ciri busana couture.
![Puspa: Ketika Bunga, Perempuan, dan Budaya Nusantara Bertemu dalam Satu Koleksi]()
Selanjutnya, Puspa Sasirangan. Di sini Ayu mencoba membawa cerita yang lebih dekat dengan budaya lokal. Kain sasirangan dipadukan dengan bordir floral khas Puspa, menciptakan pertemuan antara warisan tekstil Kalimantan Selatan dan gaya modern.
![Puspa: Ketika Bunga, Perempuan, dan Budaya Nusantara Bertemu dalam Satu Koleksi]()
Pilihan menghadirkan sasirangan di Kalimantan Selatan juga memiliki arti khusus bagi Ayu. Koleksi tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap warisan budaya daerah sekaligus cara membawa kain lokal ke dalam perspektif fashion yang lebih modern dan berkelas.
Baca juga: Renjana, Edisi Spesial Ayu Dyah Andari Hadirkan Kain Sasirangan Khas BanjarmasinBukan Sekadar CantikYang membuat Puspa menarik bukan hanya detail bordir, payet, atau material yang digunakan. Koleksi ini juga membawa gagasan bahwa setiap perempuan memiliki kisah yang pantas dirayakan.
![Puspa: Ketika Bunga, Perempuan, dan Budaya Nusantara Bertemu dalam Satu Koleksi]()
Siluet kebaya, kain panjang, beskap, hingga detail ukiran Jepara dipertemukan dalam estetika modest couture. Hasilnya adalah busana yang terasa Indonesia, tetapi tetap memiliki bahasa desain yang modern.
Baca juga: Uniknya Canna Lily, Menginspirasi Koleksi Terbaru Novita Sari yang Berani Tampil BedaPada akhirnya, Puspa memperlihatkan bahwa fashion tidak selalu tentang mengikuti tren. Sebuah busana juga bisa menjadi cara untuk membawa cerita tentang perempuan, perjalanan seorang desainer, dan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
![Puspa: Ketika Bunga, Perempuan, dan Budaya Nusantara Bertemu dalam Satu Koleksi]()
Melalui tiga interpretasinya, Puspa bergerak dari kesan elegan dan refined pada Tweed Series, kemewahan artistik pada Couture, hingga penghormatan terhadap tradisi melalui Sasirangan. Satu koleksi, tetapi memiliki banyak cerita untuk dikenakan.
Baca juga: The Kaleidoscope Karya Jenama Si.Se.Sa Hadirkan 100+ Koleksi Terbaru dalam 5 Seri Sekaligus(lsi)