LANGIT7.ID-Madrid; Musim baru, Vinicius baru. Dan bukan hanya dari sisi luar, tetapi juga dari dalam.
Setelah mengakhiri spekulasi dan menandatangani perpanjangan kontrak hingga 2032, ia memasuki musim kesembilannya berseragam putih. Namun perannya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Ia bukan lagi pemimpin tunggal tim atau pusat dari proyek ini. Kini, bintang-bintang paling terang di galaksi Bernabéu berasal dari Prancis dan Inggris: Kylian Mbappé dan Jude Bellingham.
Keduanya muncul sebagai figur utama dari Real Madrid anyar José Mourinho, dan mereka benar-benar tampil sesuai predikat itu dalam dua pertandingan pertama musim ini.
Melawan Espanyol, Bellingham membuka skor dengan sundulan yang mengingatkan pada musim pertamanya di Madrid. Empat hari kemudian, Real Sociedad menjadi korban dari versi terbarunya yang lebih baik: dua assist dan penampilan fisik yang luar biasa membuatnya mendapat standing ovation dari Bernabéu.
Sementara itu, Mbappé membuka catatan golnya musim ini dengan hat-trick yang membongkar pertahanan tim asal Basque tersebut.
Melihat penampilan tersebut, Vinicius hanya bisa menerima peran barunya. Faktanya, ini adalah tanggung jawab yang sudah ia terima sejak menandatangani perpanjangan kontrak. Pemain bernomor punggung 7 Madrid itu tahu bahwa jika ia ingin menemukan performa terbaiknya, ia perlu membebaskan diri dari perbandingan dengan rekan-rekan setimnya. Dan itulah yang telah ia lakukan.
Di Antara Cemoohan dan Tepuk TanganHubungan antara Vinicius dan para pendukung Real Madrid sedang tidak dalam kondisi terbaik. Dalam beberapa bulan terakhir, ikatan yang pernah mereka jalin telah rusak karena performa tim dan pemain yang kurang memuaskan.
Ketidakpastian seputar perpanjangan kontraknya juga menambah api. Meskipun masalah tampaknya telah selesai setelah ia menandatangani kontrak, ketegangan kembali muncul pada Rabu lalu. Setelah beberapa kali percobaan yang gagal, sebagian penonton Bernabéu kembali merespons dengan cemoohan, meskipun dengan cepat menghilang.
Satu gol dan satu assist untuk mengalahkan Real Sociedad sudah cukup untuk mengembalikan tepuk tangan bagi pemain Brasil itu di Bernabéu. Dan Mourinho, yang paham betul bagaimana mengelola momen seperti ini, segera menariknya keluar agar ia bisa menerima sambutan meriah dari pendukung tuan rumah.
"Saya tidak akan pernah menarik Vini keluar tanpa gol, tanpa perasaan positif. Saya pikir akan baik untuk menariknya keluar setelah mencetak gol. Itu bagus agar ia bisa merasakan kasih sayang dari orang-orang," aku pelatih asal Portugal itu setelah pertandingan.
Mourinho tahu bahwa sebagian besar harapan Real Madrid musim ini bergantung pada kembalinya performa terbaik pemain Brasil itu. Jadi Vinicius menjalani peran barunya dan menekan tombol reset, dengan tujuan untuk bersinar kembali.(*/saf/en.as)
(lam)