Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 13 Oktober 2026
home wirausaha syariah detail berita

Serakahnomics dan Usaha Menciptakan Ekonomi Berketuhanan

tim langit 7 Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:53 WIB
Serakahnomics dan Usaha Menciptakan Ekonomi Berketuhanan
Anwar Abbas menyoroti fenomena serakahnomics dalam dunia bisnis. Ia mengajak pengusaha menerapkan prinsip P4 Islam: Paradise, Profit, People, dan Planet dengan berlandaskan ketaatan kepada Allah.
LANGIT7.ID-Akhir-akhir ini banyak sekali para pengusaha yang melakukan kegiatan ekonomi dan bisnis karena didorong oleh motive ekonomi dimana mereka berusaha untuk mendapatkan keuntungan (profit) yang sebesar-besarnya dengan tenaga dan biaya sekecil-kecilnya.

Motive ekonomi seperti inilah akhirnya yang melahirkan fenomena serakahnomics (greedonomics). Menurut Sjafruddin Prawiranegara motive ekonomi yang telah dijadikan dasar oleh para pengusaha selama ini untuk berbuat dan bertindak, itu pada hakikatnya merupakan dorongan dari hawa nafsu mereka sendiri.

Oleh karena itu jika ada suatu masyarakat yang anggotanya senantiasa berbuat menurut motiv ekonomi maka mereka menurut Sjafruddin akan menjadi masyarakat yang biadab yaitu masyarakat yang tidak lagi menjunjung tinggi moral dan akhlak serta nilai-nilai luhur. Berbeda halnya dalam masyarakat yang menjunjung tinggi ajaran Islam, kekuatan utama yang mendorong mereka untuk melakukan kegiatan ekonomi bukanlah apa yang disebut dengan motive ekonomi tetapi adalah ajaran agamanya sendiri atau ketaqwaan mereka terhadap Allah swt.

Mereka yakin rezeki bukanlah dari orang tapi adalah dari Allah. Oleh karena itu bila mereka tunduk dan patuh kepadaNya maka Dia tentunya akan melimpahkan rahmat dan karunia serta berkahNya kepada hamba-hambanya yang taat dan patuh kepadaNya.

Oleh karena itu Paradigma yang dipergunakan oleh orang Islam dalam menjalankan usaha ekonomi dan bisnisnya bukanlah paradigma 3P yang sekuler seperti yang ditawarkan oleh John Elkington yaitu , Profit, People and Planet dimana dalam paradigma ini para pengusaha selain terdorong untuk mendapatkan Profit, mereka juga ingin untuk bisa berbuat baik kepada sesama dan kepada lingkungan alamnya. Di dalam Islam dikenal istilah P4 yaitu Paradise, Profit, People dan Planet dimana P yang pertama yaitu Paradise harus mewarnai 3P berikutnya. P yang pertama adalah motive atau keinginan untuk masuk syurga.

Konsekwensi logisnya jika kita ingin masuk syurga maka segala perintah Allah kita laksanakan dan semua larangannya kita tinggalkan. Itu artinya dalam usaha kita mencari profit dan dalam berbuat baik kepada sesama serta lingkungan tidaklah boleh melanggar ketentuan-ketentuanNya tapi haruslah memperhatikan semua yang diperintahkanNya dan menjauhi semua yang dilaranganNya. Itu artinya kegiatan ekonomi dan bisnis yang kita lakukan haruslah kegiatan ekonomi dan bisnis yang berketuhanan yang mengharapkan ridho dan berkah dari Allah swt.

Untuk itu dalam Islam kegiatan ekonomi dan bisnis haruslah mendukung bagi terwujudnya maqashid syariah atau tujuan dari di syariatkannya ajaran agama islam itu sendiri yaitu bagi terjaga dan terpeliharanya kemashlahatan agama, jiwa, akal, keturunan, harta dan lingkungan. itu artinya dalam segala bentuk kegiatan ekonomi dan bisnis yang kita lakukan, kita haruslah menghindari segala hal yang akan bisa merusak dan mengganggu bagi tercapainya maqashid syariah tersebut.

Cuma sayang akhir-akhir ini hal tersebut sering sekali diabaikan dan terabaikan oleh para pengusaha kita padahal hidup ini tidak hanya berhenti di dunia ini saja tapi juga akan berlanjut ke akhirat sana dimana kita harus mempertanggung jawabkan semua yang kita lakukan kepadaNya.(Anwar abbas,
Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan serta
Ketua PP Muhammadiyah)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 13 Oktober 2026
Imsak
04:07
Shubuh
04:17
Dhuhur
11:42
Ashar
14:46
Maghrib
17:49
Isya
18:58
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan