LANGIT7.ID-Jakarta; Teka-teki keberadaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid kian memanas dan makin bikin penasaran.
Setelah mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), muncul dugaan bahwa ia telah terbang ke luar negeri.
Lembaga Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengungkap bahwa Nusron diduga berada di Malaysia. Informasi ini mencuat justru di tengah penyelidikan kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian ATR/BPN yang menjerat namanya.
"NW pada hari Kamis pagi tanggal 15 Oktober 2026 diduga telah bepergian ke luar negeri (diduga Malaysia) dengan rombongan kecil dan terbatas, tidak melibatkan pejabat ATR/BPN," ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, Sabtu (17/10/2026).
Jejak Sebelum Hilang
Bukan tanpa alasan dugaan itu muncul. Menurut Boyamin, berdasarkan informasi yang diterimanya, Nusron masih memimpin rapat internal Kementerian ATR/BPN pada Selasa (13/10/2026). Dalam rapat tersebut, ia disebut memberikan instruksi dan tugas kepada para pejabat eselon I dan eselon II.
Dua hari berselang, Nusron tak lagi terlihat. Ia disebut berangkat dengan rombongan kecil dan terbatas—tanpa melibatkan pejabat ATR/BPN—sebuah pola yang justru memancing tanda tanya besar.
Panggilan yang Tak Dihadiri
Yang membuat situasi ini semakin pelik adalah absennya Nusron dari panggilan KPK. Alih-alih menghadap, ia justru diduga berada di luar negeri. Publik pun menanti jawaban: apakah kepergian ini sekadar perjalanan biasa, atau ada sesuatu yang disembunyikan?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Nusron Wahid maupun Kementerian ATR/BPN terkait dugaan tersebut.(*/zd)
(lam)