LANGIT7.ID-London;
David Beckham bikin heboh. Nama legenda sepakbola ini tiba tiba muncul sebagai kandidat potensial untuk menantang Gianni Infantino dalam pemilihan presiden FIFA 2027
UEFA meningkatkan pencariannya akan sosok yang mampu meraih dukungan cukup untuk menantang kepemimpinan badan sepak bola dunia itu.
Menurut laporan Sky Sport Germany, sejumlah faksi di dalam UEFA dan Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) telah mengusulkan nama mantan pemain internasional Inggris tersebut sebagai alternatif untuk bersaing melawan Infantino.
Oposisi terhadap presiden saat ini semakin menguat setelah perbedaan pendapat mengenai pengelolaan hak komersial dan televisi Piala Dunia FIFA. Blok kritis itu mencari sosok dengan pengakuan internasional, pengalaman administratif, kemampuan membangun aliansi, serta komitmen terhadap transparansi dan reformasi.
Beckham dan Pengaruhnya di Sepakbola Internasional
Mantan bintang Manchester United dan Real Madrid itu memiliki profil global yang bisa menjadikannya pilihan menarik untuk kandidasi konsensus. Selain kariernya bersama tim nasional Inggris, Beckham adalah salah satu pemilik Inter Miami, klub Major League Soccer (MLS) yang profil internasionalnya meningkat signifikan setelah kedatangan Lionel Messi.
Keterkaitannya dengan pasar Amerika Serikat dan koneksinya di seluruh sepak bola internasional dapat menjadikannya penghubung strategis antara Eropa dan CONCACAF, sebuah aliansi yang dianggap penting oleh UEFA dalam membangun mayoritas alternatif.
INFANTINO MASIH DI JALUR UNTUK MASA JABATAN BERIKUTNYA
Potensi kandidasi Beckham masih menghadapi hambatan besar. Menurut GOAL, pria Inggris itu menjaga hubungan dekat dengan Infantino dan aktif berpartisipasi dalam acara serta kampanye resmi FIFA. Untuk saat ini, namanya termasuk di antara alternatif yang dibahas, tetapi belum ada konfirmasi bahwa ia berniat mencalonkan diri.
Jadwal pemilihan menambah tekanan pada negosiasi: batas waktu pendaftaran kandidat adalah 18 November 2026, sementara pemilihan dijadwalkan pada 18 Maret 2027 di Rabat, Maroko. Pertanyaan utamanya adalah apakah faksi-faksi oposisi dapat menyatukan dukungan mereka di belakang sosok yang mampu menantang presiden petahana.(*/saf/beinsports)
(lam)