Oleh: Anwar Abbas
LANGI7.ID-Yiwu Global Digital Trade Centre (GDC) terletak di kota Yiwu propinsi Zhejiang China. Luasnya sekitar 1,25 juta meter persegi atau setara dengan 125 hektar. Komplek ini dirancang dengan konsep all-in-one yang menggabungkan 5 zona utama dalam satu atap yang mencakup pasar, gedung perkantoran, blok komersial, apartemen dan pusat perdagangan digital (Digital Trade Hub). Untuk zona pasarnya terletak di area seluas 410.000 meter persegi yang menampung lebih dari 3.700 hingga 5.000 kios pedagang inovatif. Zona ini selain berfungsi sebagai pusat perbelanjaan juga merupakan tempat hiburan dan area retail. Di zona gedung perkantoran ada tempat operasi perusahaan logistik, agensi pengadaan (sourcing agent), dan pelaku e-commerce . Untuk hunian tersedia apartemen yang merupakan hunian terintegrasi bagi para pebisnis lokal maupun pembeli internasional. Konsep pusat perdagangan raksasa ini menelan biaya sekitar 8,3 milyar yuan dan merupakan pusat perdagangan grosir modern dengan layanan digital atau dikenal juga sebagai Pasar Generasi Keenam Yiwu atau distrik 6 yang mengintegrasikan pasar fisik tradisional berupa tatap muka konvensional menuju ekosistem perdagangan dengan teknologi digital yang cerdas, canggih dan efisien.
Pusat perdagangan ini resmi dibuka oleh pemerintah Yiwu pada tanggal 14 Oktober 2025 untuk menjawab permintaan para importir yang mengeluh karena harus datang ke China atau ke Yiwu jika membutuhkan barang.
Yiwu seperti diketahui terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan barang konsumsi dan sumber produk untuk importir, pedagang grosir, serta pelaku bisnis ekspor-impor dari berbagai negara.Konsep pusat perdagangan digital ini menggabungkan kegiatan perdagangan fisik dengan teknologi digital, sehingga pembeli dapat mencari pemasok, membandingkan produk, bernegosiasi, dan mengembangkan transaksi lintas negara dengan lebih efisien.
Beberapa hal yang membuat para pedagang Indonesia tertarik untuk berbelanja di Yiwu adalah ragam produknya yang sangat luas, mulai dari aksesori, peralatan rumah tangga, mainan, alat tulis, hadiah, dekorasi, dan berbagai barang konsumsi.
Banyak pemasok melayani pembelian dalam jumlah besar, dengan ketentuan minimum pemesanan yang berbeda-beda. Harga di pasar ini jauh lebih murah dari harga di Indonesia. Bahkan ada yang harganya separoh dan atau sepertiga dari harga di Jakarta. Selain masalah harga yang menarik juga disini adalah cara kerjanya sangat praktis sehingga membuat para Pedagang yang ingin berbelanja sangat diuntungkan karena calon pembeli datang saja ke 1 kios, scan QR code, langsung keluar di HP terkait dengan harga grosir, stok real-time, video pabrik, MOQ (minimal order quantity).
Yang juga cukup menarik, jika pembeli tidak bisa berbahasa China di tempat penjualan tersebut ada layar penerjemah AI untuk 80 bahasa. Kalau kita bicara dalam bahasa Indonesia, dia akan terjemahkan kata-kata kita tersebut ke dalam bahasa yang kita minta misalnya ke bahasa Mandarin. Di pasar ini transaksi bisa berlangsung tanpa membawa uang cash. kita bisa pakai aplikasi YiwuPay. Bila terjadi transaksi maka uang si pembeli ditahan dulu, baru diteruskan ke penjual setelah barang sampai dan sudah kita cek. Jadi GDC benar-benar mampu menciptakan satu sistem perdagangan yang anti tipu.
Saat kita mau pulang ke Indonesia, kita bisa order ulang lewat HP, video call kiosnya, dan nanti mereka kirim. Cara kerja dan contoh bertransaksi di pasar ini sangat simpel. Misalnya seorang pedagang aksesoris dari Ciputat datang ke GDC, mencari jepit rambut. Kalau di pasar yang lama dia harus keliling ke 200 toko. Tetapi di GDC, dia cukup ketik "hair clip" lalu di layar besar akan muncul 3.000 supplier, filter harga termurah, MOQ 20 lusin, langsung chat dan kirim sampel ke hotel malam itu juga. Jadi Intinya kalau kita sudah datang ke GDC maka kita tidak perlu datang berulang-ulang ke tempat tersebut. Kita cukup datang ke Yiwu sekali saja sehabis itu kita bisa melakukan pesanan lewat dunia digital dan mempergunakan alat pembayaran yang kita punya. Jadi Yiwu Global Digital Trade Center (GDC) benar-benar menjanjikan kemudahan bagi para pembeli. Pembeli benar-benar mereka perlakukan seperti raja. Bagaimana halnya dengan yang ada di negeri kita Indonesia ? Jawabnya, kita masih perlu banyak belajar dari kemajuan GDC ini.
(Anwar Abbas
Pengamat Sosial Ekonomi dan keagamaan)
(lam)