LANGIT7.ID - Dibesarkan di lingkungan pondok pesantren Tahfidzul Qur'an di Pekalongan, tidak membuat dunia seorang Antovany Reza Pahlevi terbatas.
Pasalnya, pengalaman dan karir Reza tidak bisa dianggap sepele. Selama 10 tahun ia meniti karir di perusahaan teknologi, digital, dan startup, yang salah satunya pernah berkantor di Alibaba Group, milik Jack Ma.
Baca Juga: Nadirsyah Hosen, Santri Kampung yang Jadi Profesor di Australia
Kini, ia bergabung dalam ShintaVR sebagai Chief Investment Officer (CIO). Juga sebagai pendiri pantoera.id yang merupakan insitatif startup dan laboratorium digital kreatif untuk anak muda di Kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).
Menurutnya, Virtual Reality (VR), bisa dimanfaatkan dalam banyak hal dalam dunia pendidikan, khususnya pesantren dan madrasah.
"Ini menjadi harapan besar Indonesia, baik dari sisi digitalisasi maupun pesantren itu sendiri. Apalagi digitalisasi merupakan laju dari sebuah peradaban," ujarnya di Webinar yang diselenggarakan Langit7.id, Pesantren Goes Digital, Sebuah Keharusan, Rabu (28/10/2021).
Alumni Hubungan Internasional UGM ini juga tengah disibukkan mengembangkan Millealab, sebuah platform virtual belajar sekolah dan madrasah.
Ia berharap, melalui VR anak didik yang dalam hal ini adalah santri, termasuk tenaga pendidik bisa berinteraksi dengan lebih visual.
"Kita ingin dengan digitalisasi yang mengadopsi sistem digital, sekolah atau madrasah dapat lebih mendiri, baik secara finansial maupun inovasi," katanya.
Bahkan, kata dia, dengan adanya VR juga dapat mempermudah kegiatan pembelajaran dalam urusan ibadah Haji dan Umrah, melalui program Kaaba Virtual Experience.
"Jadi cukup menggunakan kacamata VR bisa merasakan pengalaman ibadah tersendiri, seperti main gim," jelasnya.
(jqf)