LANGIT7.ID-Jakarta;
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menandatangani secara sirkular (desk to desk) Memorandum Saling Pengertian (MSP) atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Oriental Uruguai tentang Kerja Sama Kebudayaan di Ruang Galeri Maduganda, Kantor Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta (29/10).
Ruang lingkup MSP tersebut mencakup pertukaran dan partisipasi dalam kegiatan budaya; pertukaran seniman, praktisi budaya, pakar, dan delegasi; kerja sama antarlembaga kebudayaan, termasuk museum dan lembaga pelestarian manuskrip bersejarah; pengembangan sastra, penerjemahan, dan penerbitan; produksi film dan audiovisual. Selain itu peningkatan kapasitas melalui pelatihan, lokakarya, dan program residensi.
Kerja sama juga meliputi promosi kebudayaan, pertukaran informasi dan konsultasi kebijakan, serta koordinasi mengenai isu kebudayaan di tingkat bilateral, regional, dan internasional.
Setelah ditandatangani, dokumen MSP Kebudayaan Indonesia dan Urugai yang terdiri dari tiga versi bahasa yaitu Indonesia, Spanyol, dan Inggris, diberikan kepada Duta Besar Republik Oriental Uruguai untuk Republik Indonesia, Cristina Gonzalez, yang hadir saat proses penandatanganan, untuk langsung dibawa ke Montevideo, Uruguai, pada hari ini dengan menggunakan diplomatic pouch, untuk kemudian disampaikan dan ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Uruguai, José Carlos Mahía.
MSP tersebut merupakan perjanjian bilateral yang pertama kali ditandatangani antara Indonesia dan Uruguai untuk menciptakan payung kerangka kerja sama serta penguatan hubungan bilateral dan saling pengertian di bidang kebudayaan, dan berlaku selama lima tahun sejak penandatanganan terakhir dan diperpanjang secara otomatis sesuai ketentuannya.
Proses penandatanganan MSP Kebudayaan Indonesia dan Uruguai oleh Menbud RI, didampingi oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; serta Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori yang turut dihadiri juga perwakilan Direktorat Amerika II Kementerian Luar Negeri RI.(*/zd)
(lam)