Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 01 November 2026
home global news detail berita

Nasib Gibran Pasca PKS-PDIP Kompak Jadi Inisiator Impeacment

tim langit 7 Ahad, 01 November 2026 - 09:09 WIB
Nasib Gibran Pasca PKS-PDIP Kompak Jadi Inisiator Impeacment
Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memunculkan dinamika politik di parlemen, sementara sikap partai-partai koalisi pemerintah menjadi salah satu faktor yang disorot.
LANGIT7.ID-Jakarta;
Peta politik nasional berubah drastis. Kompaknya PDIP dan PKS sebagai inisiator wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan posisi orang nomor dua di Republik ini dalam situasi paling berat sepanjang karier politiknya.
Kolaborasi dua kekuatan yang selama ini berseberangan ideologi ini bukanlah kebetulan. Ini adalah kalkulasi politik yang matang. PDIP dengan mesin parlemen terbesar dan PKS dengan basis gerakan militan, ketika bersatu, menciptakan gelombang yang sulit dibendung di Senayan.
Lantas, bagaimana nasib Wapres Gibran selanjutnya?

1. Tekanan Parlemen yang Tidak Main-Main

Dengan PDIP dan PKS menjadi inisiator, syarat formal pengajuan Hak Menyatakan Pendapat di DPR menjadi sangat mudah terpenuhi. Dukungan lintas fraksi lain hanya tinggal menunggu waktu. Gibran tidak lagi hanya menghadapi kritik moral, tapi ancaman prosedural yang nyata di MPR.

2. Ujian Koalisi Gemuk Pemerintah

Nasib Gibran kini sepenuhnya bergantung pada soliditas Koalisi Indonesia Maju. Jika partai-partai pendukung pemerintah, terutama Golkar, Gerindra, dan Demokrat, tetap solid pasang badan, proses impeachment akan mentok. Namun jika ada satu-dua partai yang mulai bermain aman dan menjaga jarak, maka hitungan suara di MPR bisa berbalik.

Gerindra diam diam juga mengintai dari belakang. Lewat
Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyatakan partainya menghormati langkah PKS yang punya hak kedaulatan politik.

"Pada prinsipnya kami menghormati apa yang menjadi kedaulatan dan kewenangan yang dimiliki oleh masing-masing partai politik terkait untuk menyikapi situasi kebangsaan," katanya, Sabtu (31/10/2026).

Terkait langkah partainya sendiri, Sugiat menyatakan pihaknya mencermati dan mempelajari setiap dinamika yang terjadi.

"Nanti kita akan menunggu arahan dari pimpinan kami untuk menyikapi persoalan ini secara konkret," ucapnya.
Apa yang disampaikan Sugiat memiliki makna bersayap. Artinya lihat situasi dan perkembangan politik. Intinya Gerindra liat arah angin.

3. Pertarungan Legitimasi di Mahkamah Konstitusi

Proses impeachment tidak berhenti di DPR. Ujungnya ada di Mahkamah Konstitusi. Di sinilah nasib hukum Gibran akan ditentukan. Apakah pelanggaran yang dituduhkan memenuhi unsur pengkhianatan terhadap negara, korupsi, atau perbuatan tercela berat sebagaimana diatur dalam UUD 1945.

4. Dampak Jangka Panjang

Apapun hasilnya, manuver PDIP-PKS ini sudah berhasil. Citra Gibran sebagai Wapres muda yang diharapkan menjadi jembatan generasi, kini tereduksi menjadi simbol instabilitas politik. Jika lolos dari impeachment, Gibran akan menjadi Wapres yang lemah secara politik hingga 2029. Jika tidak lolos, ia akan menjadi Wapres pertama dalam sejarah reformasi yang dimakzulkan, dan menciptakan preseden baru dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia.
Kini bola ada di tangan Presiden dan pimpinan koalisi. Apakah akan menyelamatkan Gibran dengan segala risiko, atau mengorbankan satu pion untuk menyelamatkan stabilitas istana.(*/saf/AI)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 01 November 2026
Imsak
03:59
Shubuh
04:09
Dhuhur
11:40
Ashar
14:55
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan