LANGIT7.ID-Los Angeles; - Tur konser bertajuk
Free Palestine yang digagas
rapper asal Amerika Serikat,
Macklemore, menghadapi hambatan di negara asalnya. Sedikitnya sembilan gedung konser di Amerika Serikat (AS), termasuk
Madison Square Garden di New York dan
Kia Forum di
Los Angeles, dilaporkan menolak permintaan pemesanan jadwal pertunjukan sang
rapper hingga akhir 2026.
Macklemore, yang dikenal vokal mengkritik serangan militer Israel di Gaza, mengungkapkan penolakan tersebut melalui unggahan di media sosial. Menurut dia, sejumlah venue sebenarnya memiliki jadwal kosong, tetapi tidak bersedia mengakomodasi rangkaian konser bertema
dukungan terhadap Palestina tersebut.
Baca juga: Usai Dicoret dari Tur Ed Sheeran, Macklemore Punya Rencana Baru untuk Palestina"Pertunjukan itu tidak akan diizinkan berlangsung di venue-venue tersebut. Selama lebih dari 20 tahun menjalani tur, saya belum pernah mengalami hal seperti ini," ungkap
Macklemore.
Penolakan sejumlah gedung konser tersebut menjadi sorotan karena terjadi di tengah upaya Macklemore menyuarakan dukungan terhadap rakyat Palestina melalui pertunjukan musik dan penggalangan dana.
Berawal dari Pencoretan Tur Konser Ed SheeranInisiatif tur Free Palestine diluncurkan Macklemore setelah dirinya dicoret dari posisi penampil pembuka dalam rangkaian tur konser musisi Ed Sheeran pada Agustus 2026.
Saat itu, Macklemore menyebut pemilik stadion keberatan dengan pernyataannya yang menyerukan "Free Palestine" saat tampil di atas panggung.
Sejak peristiwa tersebut, Macklemore kemudian mengembangkan rangkaian pertunjukan khusus bertajuk Free Palestine. Namun, upayanya menggelar konser di Amerika Serikat justru menghadapi penolakan dari sembilan venue hingga akhir tahun ini.
Baca juga: Ed Sheeran Kehilangan 149K Follower Imbas Depak Macklemore dari TurSelain Madison Square Garden, Kia Forum di Los Angeles juga termasuk gedung konser yang disebut menolak permintaan pemesanan jadwal pertunjukannya.
Menanggapi persoalan tersebut, juru bicara MSG Entertainment, perusahaan yang mengoperasikan Madison Square Garden dan sejumlah venue lainnya, memberikan penjelasan berbeda.
Pihak MSG Entertainment menyatakan bahwa gedung-gedung yang mereka kelola merupakan venue tersibuk di dunia dengan ketersediaan jadwal yang sangat terbatas. Mereka juga menilai Macklemore bukanlah musisi yang berada pada level pertunjukan arena atau arena-level act.
Meski menghadapi hambatan di Amerika Serikat, Macklemore tetap melanjutkan tur Free Palestine di Eropa. Ia baru saja menyelesaikan tiga pertunjukan di Dublin, Paris, dan London.
Konser-konser tersebut digelar sebagai bagian dari upaya mengumpulkan dana bagi organisasi-organisasi yang memberikan dukungan kepada masyarakat Palestina.
Melalui rangkaian pertunjukan itu, Macklemore tidak hanya menggunakan musik sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan sikap politik dan kepeduliannya terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.
Baca juga: Macklemore Donasikan 1 Juta Dollar AS untuk Palestina Usai Dicoret dari Tur Ed SheeranDalam pernyataan lainnya di media sosial, Macklemore turut mempertanyakan kebebasan berekspresi di Amerika Serikat. Ia menilai terdapat ketimpangan ketika sejumlah pihak dengan kekuatan ekonomi besar memiliki pengaruh terhadap suara dan isu yang dapat disampaikan di ruang publik.
"Kita hidup di negara yang membanggakan kebebasan berbicara. Namun, kini kita telah sampai pada titik ketika segelintir miliarder dapat menentukan isu mana yang dapat diterima, suara siapa yang boleh didengar, dan nyawa manusia mana yang layak dibela," tulisnya. (Sumber: Arab News)
(est)