LANGIT7.ID, Jakarta - Ajang MotoGP dan Superbike dianggap memiliki manfaat besar bagi pelaku pariwisata karena mampu menyerap 10.000 tenaga kerja lokal.
Pengamat Pariwisata Intan Purwandani Ghofur menegaskan dengan ajang tersebut, secara otomatis akan menggerakkan pariwisatanya mulai dari transportasi, akomodasi, akses, hingga amenitas.
"Mudah-mudahan industri pariwisata baik besar atau Small-Medium enterprise mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah untuk digandeng," ujar Intan dikutip, Kamis (11/11).
Baca juga:
1.500 Personel Gabungan Amankan World Superbike di MandalikaDia mengambil contoh untuk transportasi, bandara dan maskapai perlu bersiap menyambut pengunjung. Termasuk juga akomodasi.
Ajang ini juga bisa menjadi promosi pariwisata Indonesia. Dia berharap pelaku industri pariwusata bisa memanfatkan membuat berbagai paket wisata terusan dari menonton sirkuit ini, dan kemudian melalui sebuah narasi ke destinasi lain.
Namun, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah harus ikut terjun untuk memastikan kontribusi dari semua pihak dalam penyelenggaraan event ini. "Hal ini bisa menjamin ketersiapan pemasukan event ke dalam negeri melalui warga lokal," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dalam proses penyelenggaran mulai dari planning hingga evaluasi harus menerapkan prinsip-prinsip CHSE.
Menyinggung soal Covid-19, dia yakin dengan tingkat vaksinasi yang cukup tinggi Indonesia sudah cukup siap menyelenggarakan event ini.
"Perlu ditekankan kembali pada sikap pengunjung yang mungkin lebih banyak tidak disiplinnya,"ungkapnya.
Namun, Intan mengimbau agar jangan sampai tingkat vaksinasi yang tinggi menjadi satu-satunya indikator kesiapan. "Perlu dipertimbangkan pendisiplinan sikap pengunjung. Ini perlu mendapat perhatian," terangnya.
(sof)