Ralf Rangnick melempar pujian khusus untuk penjaga gawang David De Gea. Menurutnya, penampilan De Gea tak bisa dikesampingkan karena beberapa kali melakukan penyelamatan penting.
Tak hanya Vieira, pelatih Aston Villa Steven Gerrard juga dilaporkan terpapar Covid-19. Alhasil, Steve-G tidak bisa mendampingi anak asuhnya berlaga di Boxing Day.
Pemain berusia 29 tahun itu diyakini tidak masuk bagian dalam rencana pelatih Xavi Hernandez. Faktor cedera dan inkonsistensi permainan juga menjadi pemicunya.
Selama satu musim terakhir, Trippier kurang mendapatkan menit bermain yang cukup. Cedera dan tingkat persaingan di skuad Los Rojiblancos menjadi salah satu penyebabnya.
Klopp juga mengkritik keputusan Tierney yang tidak memberikan hadiah penalti setelah Diogo Jota dilanggar di kotak penalti. Ia pun tidak bisa menerima keputusan wasit tersebut.
Jurgen Klopp menjelaskan jika ketiga pemainnya tidak menunjukkan gejala apapun saat terpapar Covid-19. Terlebih, mereka sudah divaksin hingga disuntik booster.
Kasus Covid-19 di Liga Inggris terus mengalami peningkatan yang signifikan. Empat pemain Chelsea diketahui terpapar Covid-19, yakni Mateo Kovacic, Romelu Lukaku, Callum Hudson-Odoi, dan Timo Werner.
Absennya Lukaku, Werner, dan Hudson-Odoi jelas semakin membuat pusing pelatih Thomas Tuchel. Pasalnya, The Blues sudah kehilangan Matteo Kovacic dan Ben Chilwell yang menderita cedera.
Pihak operator Liga Inggris sudah melakukan tes terhadap 3.800 orang. Hasilnya, sebanyak 42 orang terpapar Covid-19. Angka tersebut juga yang tertinggi dalam hasil tes yang dilakukan selama sepekan terakhir.
Juru taktik asal Jerman itu menyadari kemampuan teknis anak asuhnya dalam memainkan umpan-umpan tajam maupun rendah. Rangnick bisa mengandalkan para pelari cepat di sektor sayap seperti Cristiano Ronaldo dan Marcus Rashford.
Penampilan Chelsea berada dalam periode kurang memuaskan di dua pertandingan terakhirnya. Usai kalah 2-3 dari West Ham, The Blues juga dipaksa bermain imbang 3-3 dengan Zenit St. Petersburg.
Pemain berjuluk Stevie-G itu mengaku antusias menghadapi bekas klubnya. Menurutnya, menghadapi Liverpool sekaligus menguji kemampuannya sebagai seorang manajer profesional.
Menghadapi Sotton, Arteta menginginkan anak asuhnya bermain lebih banyak risiko dan menciptakan peluang di area kotak penalti. Itu akan membuat Arsenal memiliki lebih banyak kesempatan mencetak gol.