Juru taktik asal Korea Selatan itu mengaku kian percaya diri dengan kualitas yang dimiliki timnya. Menurutnya, Timnas Indonesia harus menghadapi tim yang lebih kuat dari Curacao agar bisa semakin maju.
Peringkat Timnas Indonesia dalam ranking FIFA naik drastis setelah berhasil mengalahkan Curacao dalam dua pertandingan Fifa Matchday. Sebelum laga ini, Indonesia berada di posisi 155 peringkat FIFA.
Pertandingan pertama yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (24/9), Indonesia meraih kemenangan 3-2. Pada pertandingan kedua di Stadion Pakansari (27/9), Fachruddin dkk kembali menorehkan kemenangan 2-1 atas Curacao.
Satu menit pasca restart, Curacao mampu menyamakan kedudukan melalui J. Antonisse. Pemain yang baru masuk itu sukses menggetarkan jala Syahrul usai memanfaatkan permainan satu-dua dengan Rangelo Janga.
Setelahnya, pertandingan berjalan dalam tempo tinggi. Beberapa pemain Curacao bahkan harus mendapatkan kartu kuning untuk menghentikan pergerakan pemain Indonesia.
Pelatih Shin Tae-yong memutuskan untuk mengistirahatkan beberapa peain yang bermain di laga pertama. Di posisi penjaga gawang, Shin Tae-yong menunjuk Syahrul untuk menggantikan Nadeo Agrawinata.
Rara mengaku tidak bisa hadir ke stadion lantaran sedang berada di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Meski begitu, Rara akan membuat ritual dari jarak jauh untuk mengamankan pertandingan skuad Garuda melawan Curacao.
Meski harus menelan kekalahan di laga pertama, nyatanya Curacao amat terkesan dengan atmosfer yang ada di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Team Manager Curacao, Wouter Wilhelm Jansen.
Iwan Bule itu menyebut penampilan skuad Garuda semakin berkembang di bawah asuhan pelatih Shin Tae-yong. Dia pun berharap Timnas Indonesia bisa kembali memenangkan laga melawan Curacao di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Selasa (27/9).
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan langsung meluapkan kegembiraan setelah wasit asal Brunei Darussalam Abdul Hakim bin Mohd Haidi meniupkan peluit panjang.