Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengapresiasi kemenangann tim U-20 Indonesia. Ia menyebut bahwa Garuda Nusantara terus mengalami perkembangan yang positif selama pemusatan latihan di Turki.
Pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong menyampaikan duka cita atas tragedi Halloween di Itaewon, Korea Selatan. Kerumunan massa yang masif menimbulkan bencana yang mengakibatkan 151 orang tewas akibat berdesak-desakan.
Shin Tae-yong mengatakan kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi para pemainnya. Menurutnya, hasil tersebut sekaligus menjadi gambaran soal calon lawan yang kemungkinan dihadapi pada Piala Dunia U-20 2023 mendatang.
Shin Tae-yong menilai masih ada kekurangan dalam timnya. Salah satu yang disoroti Shin Tae-yong adalah kurang maksimalnya pemain melakukan pressing dan seringkali kehilangan bola.
Cho Byung Kuk bakal mendampingi Shin Tae-yong dalam melatih Tim Nasional Indonesia. Cho Byung-kuk menjadi asisten Shin Tae Yong menggantikan Dzenan Radoncic yang mengundurkan diri untuk merawat ibunya.
Para pemain dan tim pelatih yang berangkat sebagai kloter pertama sudah mendarat di Turki. Sedangkan kloter kedua menyusul hari Ahad ini dan hanya menyisakan 6 pemain dan dokter tim.
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengatakan, bila Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan alias Iwan Bule harus mundur karena tragedi Kanjuruhan, maka dia pun harus mundur dari kursi pelatih.
Shin Tae-yong mengatakan skuad Garuda Nusantara tak hanya menjalani sesi latihan saat berada di Eropa. Tapi juga bakal melakoni sejumlah laga uji coba di Turki dan Spanyol.
Dzenan Radoncic mengundurkan diri sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia.Pengunduran diri Radoncic diketahui lantaran ingin merawat sang ibu yang sedang sakit keras.
Juru taktik asal Korea Selatan itu mengaku kian percaya diri dengan kualitas yang dimiliki timnya. Menurutnya, Timnas Indonesia harus menghadapi tim yang lebih kuat dari Curacao agar bisa semakin maju.
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan langsung meluapkan kegembiraan setelah wasit asal Brunei Darussalam Abdul Hakim bin Mohd Haidi meniupkan peluit panjang.