Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 05 Juni 2026
home global news detail berita

Menbud Fadli Zon Gandeng Dompet Dhuafa Perkuat Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal

tim langit 7 Jum'at, 09 Januari 2026 - 00:16 WIB
Menbud Fadli Zon Gandeng Dompet Dhuafa Perkuat Pemberdayaan Berbasis Kearifan Lokal
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima audiensi pengurus pusat Dompet Dhuafa di Gedung E Kemenbud, Senayan, Jakarta. Pertemuan strategis tersebut membahas potensi kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan Dompet Dhuafa dalam pemberdayaan kemanusiaan dan kebudayaan.

Dalam dialog tersebut, Menbud Fadli menerangkan bahwa budaya merupakan unsur yang tidak terpisahkan dari pemberdayaan manusia. Menurut Menbud, budaya bukan sekadar seni, melainkan nilai yang dapat menghidupkan ekosistem kearifan lokal yang sudah melekat di kehidupan masyarakat.

“Budaya itu tidak semata-mata soal kesenian, tapi bisa menjadi penguat. Ada adat istiadat dan budaya di masyarakat yang sangat erat sekali dengan kearifan-kearifan lokal dan sudah menjadi bagian dari tradisi. Semua kearifan lokal ini yang kita perlu hidupkan, dan itulah yang kita coba hadirkan melalui Kementerian Kebudayaan,” ungkap Menbud Fadli dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).

Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menekankan bahwa pemberdayaan manusia berbasis budaya dapat menumbuhkan dampak positif terhadap sejumlah sektor. Selain menjadi motor penggerak ekonomi, unsur-unsur budaya juga dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat sekitar dalam melestarikan kearifan lokal. Menbud Fadli turut memberikan contoh pelestarian ekosistem pencak silat yang telah diusung Kementerian Kebudayaan pada akhir tahun lalu.

“Kemarin kita baru menguatkan ekosistem pencak silat di Cimande. Kita ingin membuat ekosistem pencak silat di sana, budaya pencak silat juga bisa dikuatkan dengan adanya kompetisi dan festival budaya. Bisa juga kita buat ekosistem bagi para murid supaya datang pada musim liburan untuk belajar pencak silat,” terang Menteri Fadli.

Menteri Fadli turut menjelaskan bahwa pemajuan kebudayaan dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memaksimalkan pelestarian dan pemanfaatan situs-situs cagar budaya. Ia menjelaskan, “Selain membangun ekosistem budaya, kita juga ingin memaksimalkan situs-situs cagar budaya agar bisa dilestarikan dan dimanfaatkan secara maksimal, karena saya lihat potensi itu sangat besar. Misalnya di Jawa Barat, kita tengah memugar Gunung Padang, sehingga di sekitar situs itu mungkin bisa tumbuh UMKM-nya, kemudian ada restoran, cafe, agar masyarakat sekitar juga bisa merasakan manfaatnya.”

Menanggapi pernyataan Menbud, Parni Hadi selaku inisiator dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa mengungkapkan bahwa budaya dapat menjadi instrumen untuk mendukung pemberdayaan manusia. Ia menjelaskan, “Meningkatkan keswadayaan masyarakat ataupun perbaikan kesejahteraan masyarakat itu sebenarnya berkaitan dengan budaya, misalnya budaya bersih, budaya sehat, dan lainnya.”

Mendampingi Menteri Kebudayaan dalam dialog ini, antara lain Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; serta Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya.

Mengakhiri dialog, Menteri Kebudayaan berharap bahwa kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan sektor swasta seperti Dompet Dhuafa dapat menjadi langkah strategis dalam memajukan kebudayaan nasional sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 Pasal 32 ayat 1. Menbud menekankan bahwa pemajuan kebudayaan nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga sektor swasta dan masyarakat luas. “Ke depan, Kementerian Kebudayaan bisa terus berkolaborasi bersama Dompet Dhuafa dan mencari gagasan bersama,” tutup Menteri Fadli.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 05 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:16
Maghrib
17:48
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)