Ketua MPR Ungkap Kiprah BKPRMI Ajarkan Iqro Hingga Go International
Fajar adhitya
Kamis, 13 Januari 2022 - 22:39 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock.
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi kiprah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI). Antara lain membangun TK Alquran di daerah terdampak bencana erupsi Gunung Semeru. Berdiri sejak tahun 1991, hingga saat ini BKPRMI tercatat telah melahirkan sekitar 7 juta santri.
"Kiprah BKPRMI tidak hanya di Indonesia. Melalui metode cepat baca Alquran dengan Iqro, BKPRMI telah go internasional,” ujarnya dalam keterangan pers dikutip Kamis (13/1/2022).
Ia menjelaskan, metode Iqro merupakan karya KH As'ad Humam dan telah digunakan oleh berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Metode Iqro mulai dikenalkan di BKPRMI pertama kali di acara Pelatihan Manajemen Dakwah tahun 1989 dan dikukuhkan pada Munas ke-5 BKPRMI di Surabaya sebagai Gerakan Nasional Baca Tulis Alquran.
Baca Juga:Harus Fleksibel, Ini Tips Bangun Soliditas Remaja Masjid
Ketua DPR RI ke-20 ini turut mendukung kiprah BKPRMI yang juga aktif memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para anggotanya. Bahkan telah memproduksi parfum, pembersih, dan perlengkapan yang dibutuhkan masjid. BKPRMI telah melahirkan lebih dari 20.000 wirausaha pemula.
"Jumlah masjid dan mushalla di Indonesia tercatat sekitar 800.000. Fungsi masjid dan mushalla sebagai basis pembinaan akhlak dan moral umat, dapat disinergikan sebagai basis pembinaan kewirausahaan khususnya bagi generasi muda,” tutur Bamsoet.
Menurut dia, tingkat kewirausahaan di Indonesia saat ini masih rendah, yang menurut Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 lalu tercatat jumlahnya baru mencapai 3,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mampu mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen.
"Kiprah BKPRMI tidak hanya di Indonesia. Melalui metode cepat baca Alquran dengan Iqro, BKPRMI telah go internasional,” ujarnya dalam keterangan pers dikutip Kamis (13/1/2022).
Ia menjelaskan, metode Iqro merupakan karya KH As'ad Humam dan telah digunakan oleh berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Metode Iqro mulai dikenalkan di BKPRMI pertama kali di acara Pelatihan Manajemen Dakwah tahun 1989 dan dikukuhkan pada Munas ke-5 BKPRMI di Surabaya sebagai Gerakan Nasional Baca Tulis Alquran.
Baca Juga:Harus Fleksibel, Ini Tips Bangun Soliditas Remaja Masjid
Ketua DPR RI ke-20 ini turut mendukung kiprah BKPRMI yang juga aktif memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para anggotanya. Bahkan telah memproduksi parfum, pembersih, dan perlengkapan yang dibutuhkan masjid. BKPRMI telah melahirkan lebih dari 20.000 wirausaha pemula.
"Jumlah masjid dan mushalla di Indonesia tercatat sekitar 800.000. Fungsi masjid dan mushalla sebagai basis pembinaan akhlak dan moral umat, dapat disinergikan sebagai basis pembinaan kewirausahaan khususnya bagi generasi muda,” tutur Bamsoet.
Menurut dia, tingkat kewirausahaan di Indonesia saat ini masih rendah, yang menurut Kementerian Koperasi dan UKM, pada tahun 2020 lalu tercatat jumlahnya baru mencapai 3,5 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mampu mencapai 5 persen dan Singapura 7 persen.