LANGIT7.ID, Jakarta - Ketua Perhimpunan Remaja Masjid (Prima) Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Ahmad Farhan mengatakan, pengembangan organisasi remaja masjid akan menghadapi berbagai tantangan di era disrupsi. Salah satunya adalah memertahankan dan membangun soliditas anggota.
Ia menganjurkan agar organisasi remaja masjid dikelola dengan basis komunitas (c
ommunity based organization). Menurut dia, organisasi berbasis komunitas akan lebih mudah mengakomodir minat dan bakat generasi muda.
“Karena anak muda sekarang sudah mengarah ke hal yang konkret, mau ngapain sih berorganisasi. Biasanya muncul komunitas, relawan, jadi jelas. Kalau organisasi yang terjebak pada rutinitas rapat-rapat, diskusi itu lambat laun akan ditinggalkan,” kata Farhan saat berbincang dengan
Langit7.id, Rabu (29/12/2021) pagi.
Baca Juga: Doa Mohon Keselamatan dan Kesehatan yang Bisa Dibaca Setiap HariFarhan memberikan tips bagaimana menguatkan ikatan antar anggota. Menurut dia, remaja masjid harus fleksibel dan inklusif ketika menyusun rencana kerja dan variatif dalam berkegiatan.
Kegiatan yang variatif diharapkan dapat memersatukan anggota sehingga memilki rasa kepemilikian organisasi. Kegiatan yang lebih menguatkan kebersaman, kekeluargaan, selain aktivitas dakwah, keagamaan, dan sosial.
Baca Juga: Khofifah: Remaja Masjid Dapat Bantu Percepat Transformasi Digital“Supaya bisa lebih membuka ruang kepada teman-teman yang masih katakanlah on the way menjadi orang baik, supaya tidak kaget. Bikin kegiatan kebersamaan, tidak hanya ngaji, tapi gowes bareng, ngerujak bareng, dan sebagainya,” ujar Farhan.
Baca Juga: Sambut Bonus Demografi, Prima Rancang Akademi Remaja MasjidBaca Juga: Pelatih Thailand Waspadai Taktik Bunglon Shin Tae-yong(zhd)