LANGIT7.ID-, Yogyakarta - -
Masjid identik sebagai bangunan yang fungsi utamanya sebagai tempat ibadah. Padahal selain itu, masjid juga memiliki fungsi sebagai sarana untuk memakmurkan umat.
Fungsi inilah yang dijalani oleh
Masjid Nurul Ashri di Sleman, Yogyakarta. Salah satu cara memakmurkan umat yang dijalankan
Masjid Nurul Ashri adalah lewat program titip beli singkong.
Program ini sendiri bertujuan untuk membantu petani Desa Petir, Gunungkidul yang terdampak anjloknya harga. Dalam beberapa hari, lebih dari 10 ton singkong berhasil tersalurkan.
Baca juga: Jadikan Masjid sebagai Tempat Ibadah Ramah Anak, Ini Teladan Rasulullah Memperlakukan Jamaah Anak-anakBila sebelumnya para petani singkong mendapat Rp500 per kilogram dengan inisiasi titip beli mereka menerima Rp2.000.
Sementara jamaah yang membeli lewat skema jastip seharga Rp3.000 per kilogram.
Dalam keterangan
Masjid Nurul Ashri di media sosial resmi, selisih harga digunakan untuk operasional, dan sebagian besar jamaah memilih menyedekahkan hasil belinya kepada warga yang membutuhkan.
Anjloknya harga singkong dipicu setelah pabrik tepung setempat berhenti beroperasional. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan para tengkulak yang menawar dengan harga sangat rendah. Upaya petani mengolah singkong menjadi gaplek juga terhambat hujan.
Adanya program titip beli singkong dari
Masjid Nurul Ashri sendiri telah menjadi berkah bagi banyak orang. Aksi ini pun disambut perasaan bahagia dari para petani singkong Desa Petir.
"Aku sampai nggak bisa omong dan sampai menangis. Saking bungahnya. Sekarang ditolong mas dan mbak dari
Masjid Nurul Ashri. Kami dari petani singkong mengucapkan terima kasih," kata seorang petani dalam video yang diunggah akun Instagram @masjidnurulashri, dilihat Ahad (17/8/2025).
Baca juga: Mudik Lebaran 2025, Masjid di Jalur Pantura Bakal Difungsikan Rest AreaDalam unggahannya,
Masjid Nurul Ashri mengatakan singkong yang dibeli dari para petani bukan untuk dijual lagi namun disedekahkan ke panti asuhan, pesantren dan warga sekitar.
Total penerima manfaat dari aksi ini mencapai lebih dari 10.000 orang.
"Jastiper yang berpartisipasi sebagai jastiper atau donatur dalam aksi ini mencapai hampir 1.000 orang. Mereka bergotong royong melalui masjid untuk membanyu petani singkong keluar dari kerugian besar akibat anjloknya harga," kata
Masjid Nurul Ashri.
Program ini akan terus berjalan dan berencana diperluas ke desa lain yang mengalami masalah serupa.
Sebelumnya, masjid ini juga pernah menjalankan program serupa saat harga buah dan sayur di Magelang dan Sleman jatuh.
Masjid Nurul Ashri pernah memborong semangka yang harganya sempat anjlok hingga Rp1.000 per kilogram. Hasil panen sebanyak lebih dari 8 ton dibeli masjid dengan harga Rp3.000 per kilogram.
Begitu juga saat petani salak di Sleman mengalami harga anjlok hingga dihargai Rp500 per kilogram.
Masjid Nurul Ashri memborong 2 ton salak dengan harga Rp3.000 per kilogram.
Baca juga: JK: Masjid Juga Berkontribusi Bangun Peradaban Dunia Lewat Edukasi(est)