LANGIT7.ID, Jakarta - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berharap Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jawa Timur meningkatkan perannya dalam memberdayakan umat. Salah satunya melalui transformasi digital yang menjadi pintu masuk dari percepatan pengembangan UMKM di Jatim.
Khofifah mengatakan, salah satu upaya pemberdayaan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat bisa dilakukan melalui percepatan transformasi digital. Menurut dia, saat ini transformasi digital memungkinkan untuk bisa memberikan percepatan pemberdayaan ekonomi, khususnya bagi remaja atau pemuda masjid.
“Potensi remaja-pemuda masjid mungkin bisa dimaksimalkan dalam upaya percepatan transformasi digital dalam pemberdayaan ekonomi,” kata Khofifah saat menghadiri Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ke-I DMI Provinsi Jatim Tahun 2021 di Hotel Singgasana Surabaya, dikutip keterangan pers, Selasa (20/12/2021).
Baca Juga: Masjid Raya Sumbar Raih Penghargaan Arsitektur Terbaik di Dunia“Kekuatan para pemuda dan remaja masjid ini luar biasa, mereka punya tekad dan niat untuk mendedikasikan energi produktifnya untuk memakmurkan masjid,” imbuhnya.
Menurut dia, salah satu yang bisa dilakukan oleh para pemuda dan remaja masjid adalah menginventarisir dan mendata pelaku UMKM yang ada di sekitar masjid. Untuk kemudian para pelaku UMKM tersebut diberikan pendampingan dan pelatihan, baik soal kualitas produk sampai dengan pemasaran secara digital.
Baca Juga: Survey Charta Politika: Ganjar Urutan Teratas, Prabowo KeduaSelain itu, Khofifah juga berharap DMI dapat ikut mendukung pengembangan industri halal di Indonesia terutama Jatim, salah satunya industri makanan dan minuman halal. Apalagi, industri makanan dan minuman halal di Indonesia saat ini tumbuh cukup pesat.
“Potensi yang dimiliki Indonesia sudah sepatutnya dapat menjadi kekuatan kita untuk mendorong industri halal. Hari ini Indonesia adalah importir terbesar halal food, kita berharap ke depan bisa menjadi eksportir terbesar halal food yang hari ini masih dipegang Brazil dan Australia,” ujarnya.
Baca Juga: Raup Untung dari Budi Daya Jangkrik, Rp18 Juta Sekali PanenUpaya untuk menjadi eksportir halal food terbesar ini, lanjut Khofifah, bisa dimulai dari pemberdayaan ekonomi yang dilakukan antara lain oleh DMI, yakni memberdayakan industri makanan dan minuman halal.
“Apalagi pembangunan ekosistem industri halal saat ini sudah dimulai, yakni melalui pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH)
Safe and Lock di Sidoarjo, yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan sebagai Kawasan Industri Halal bagi UMKM pertama yang ada di Indonesia. Jadi kami mohon
support dan sinergitas dari seluruh jajaran DMI Jatim dalam pemberdayaan ekonomi terutama halal food ini jadi pintu masuk penyejahteraan umat,” kata Khofifah.
Baca Juga: Jelang Indonesia vs Singapura, Statistik Skuad Garuda Kurang Moncer(zhd)