Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 04 Juni 2026
home global news detail berita

Khofifah Ingatkan Esensi Isra Mikraj sebagai Perekat Bangsa

esti setiyowati Jum'at, 16 Januari 2026 - 18:34 WIB
Khofifah Ingatkan Esensi Isra Mikraj sebagai Perekat Bangsa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Ingatkan Esensi Isra Mikraj sebagai Perekat Bangsa. Foto Ist
LANGIT7.ID, Surabaya - Isra Mikraj adalah salah satu momen krusial dalam sejarah Islam, di mana Rasulullah SAW mendapatkan hikmah dan pengetahuan luar biasa bagi kemaslahatan alam semesta.

Isra dimaknai sebagai perjalanan malam beliau dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, yang kemudian dilanjutkan dengan Mi'raj, yakni kenaikan beliau ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh.

Peristiwa yang berlangsung hanya dalam satu malam ini menjadi sangat sakral karena saat itulah Nabi Muhamad SAW mendapatkan perintah ibadah shalat lima waktu.

Baca juga: Menjemput Berkah Isra Miraj: Rahasia Doa Mustajab di Malam 27 Rajab

Pada peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah yang jatuh pada Jumat (16/1/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan dan kedisiplinan dalam beribadah.

Di Surabaya, Khofifah menekankan bahwa inti dari peringatan ini adalah memperbaiki kualitas salat lima waktu, mengingat perintah tersebut diterima langsung oleh Rasulullah di Sidratul Muntaha.

"Dari Isra Mikraj inilah lahir perintah salat lima waktu. Bayangkan, Rasulullah dipanggil langsung ke langit ke tujuh untuk menerima perintah ini. Maka, yang pertama-tama harus kita perbaiki dalam momentum ini adalah disiplin shalat kita," kata Khofifah di Surabaya.

Ia menegaskan bahwa Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa bersejarah, melainkan momentum untuk mengimplementasikan keteraturan hidup melalui salat dalam menghadapi tantangan zaman modern.

"Nilai-nilai yang terkandung di Isra Mikraj ini sangat relevan dengan tantangan masyarakat modern. Shalat, misalnya, bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan sarana membentuk keteraturan hidup," katanya.

Khofifah mengingatkan bahwa, disiplin shalat mengajarkan kita untuk menghargai waktu, bertanggung jawab, dan tertib dalam menjalankan peran sosial.

Baca juga: Ceramah Isra Miraj, Ustaz Adi Hidayat Paparkan Cara Meraih Sukses dan Kebahagiaan Hidup

"Di tengah kehidupan yang serba cepat dan penuh distraksi, nilai disiplin ini justru semakin penting. Sehingga, disiplin moral dalam shalat mencerminkan kejujuran dan sifat amanah yang dimiliki seseorang," lanjut Khofifah.

Khofifah juga menegaskan bahwa Isra Mikraj berfungsi sebagai ujian spiritual karena peristiwa tersebut melampaui logika manusia saat itu, sehingga memerlukan kedewasaan iman dalam mengimaninya.

Menurutnya, kematangan iman seseorang tercermin melalui sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

“Keimanan yang matang akan melahirkan sikap saling menghargai. Orang yang beriman tidak mudah menghakimi atau merendahkan pihak lain. Dalam masyarakat majemuk seperti Indonesia, iman seharusnya menjadi sumber ketenangan, bukan pemicu konflik,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial Republik Indonesia itu menegaskan bahwa hubungan dengan Tuhan tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial.

Ia mengatakan, ketakwaan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari seperti adil, jujur, juga berempati pada sesama.

Isra Mikraj, tambah Khofifah, juga mengajarkan nilai kebersamaan tanpa diskriminasi seperti tercermin dalam praktik shalat berjamaah.

Baca juga: Isra Miraj adalah Perjalanan Fisikal, Intelektual dan Spiritual

Saat shalat berjamaah, kesetaraan dalam saf shalat menyimpan pesan persatuan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

"Dalam shaf shalat, semua berdiri sejajar. Di mana tidak ada perbedaan status sosial, jabatan, maupun latar belakang. Ini pesan kuat bahwa kebersamaan bukan berarti menyeragamkan, tetapi menyatukan langkah untuk tujuan yang lebih besar. Jadi dalam shalat, ada nilai Bhinneka Tunggal Ika yang kita amalkan," tuturnya.

Khofifah menggarisbawahi relevansi pesan kebersamaan Isra Mikraj di tengah polarisasi masyarakat akibat disparitas pandangan politik, sosial, dan keagamaan.

Ia berharap Isra Mikrja ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial saja, namun juga berfungsi sebagai katalisator refleksi kolektif untuk menghidupkan nilai-nilai spiritual dalam rutinitas harian.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 04 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:48
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)