Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 10 Februari 2026
home masjid detail berita

Menjemput Berkah Isra Miraj: Rahasia Doa Mustajab di Malam 27 Rajab

esti setiyowati Kamis, 15 Januari 2026 - 21:30 WIB
Menjemput Berkah Isra Miraj: Rahasia Doa Mustajab di Malam 27 Rajab
Menjemput Berkah Isra Miraj: Rahasia Doa Mustajab di Malam 27 Rajab. Foto: Pexels/Pavel Danilyuk
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang sangat dimuliakan dan memiliki keistimewaan dalam ajaran Islam.

Bulan ini membawa keberkahan melimpah yang dapat dimanfaatkan oleh kaum Muslimin untuk meningkatkan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.

Salah satu amalan yang sangat disarankan adalah mengintensifkan doa, karena waktu ini diyakini sebagai momen yang mustajab bagi terkabulnya doa-doa.

Baca juga: Kapan 1 Rajab 1447 H? Ini Jadwal, Niat Puasa dan Keutamaannya

Pentingnya bulan Rajab juga ditegaskan oleh Imam Asy-Syafi’i, yang menyebutkan dalam literaturnya bahwa malam pertama Rajab adalah waktu di mana doa-doa mengalir tanpa penghalang menuju rida-Nya.

خَمْسُ لَيَالٍ لَا يُرَدُّ فِيْهِنَّ الدُّعَاءُ؛ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ، وَلَيْلَةُ الْفِطْرِ، وَلَيْلَةُ النَّحْرِ

Artinya: “Ada lima malam yang doa tidak akan ditolak di dalamnya, yaitu malam pertama bulan Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam Idul Fitri, dan malam Idul Adha.” (Al-Umm [Beirut: Dar Al-Fikr], vol 1, h 254)

Merujuk pada pendapat para ulama, terdapat anjuran untuk memperbanyak amalan saleh pada malam ke-27 bulan Rajab.

Barang siapa mengamalkan bacaan ini sambil menyebutkan hajat yang diinginkan, maka Allah SWT akan mengabulkan setiap permohonannya.

Amalan malam ke-27 Rajab ini dibaca di antara waktu Maghrib sampai Subuh. Jika merujuk pada kalender nasional, malam ke-27 Rajab bertepatan pada hari ini, Kamis (15/1/2026).

Sedangkan menurut keputusan resmi Lajnah Falakiyah PBNU, malam tersebut bertepatan dengan Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab dan Keutamaannya

Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ، حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ، وَتُجِيبَ دَعْوَتِي، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ

Bismillahirrahmanirrahim, Allahuma ini asaluka bimusyahadat asraril muhibbin, wa bikhalwatillati khasashta bisa Sayyidah mursalin, hina asrayta bihi lailassabi’i wal isyrina, an tarhama qalbiyal hazina, wa tujiba da’wati, ya akramal akramin

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) penyaksian rahasia-rahasia para pecinta (Allah), dan dengan khalwat (kedudukan khusus) yang Engkau khususkan bagi Pemimpin para rasul, ketika Engkau memperjalankannya (Isra’) pada malam tanggal dua puluh tujuh, agar Engkau mengasihi hatiku yang bersedih dan mengabulkan doaku, wahai Dzat Yang Maha Mulia dari segala yang mulia.”

Terkait hal ini, Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi Asy-Syafi’i (wafat 1332 H) dalam kitabnya menjelaskan keutamaan dari bacaan doa tersebut.

Beliau menyatakan bahwa siapa saja yang membaca doa itu pada malam ke-27 Rajab, kemudian memanjatkan permohonan sesuai hajatnya, niscaya Allah SWT akan mengabulkan doa yang dipanjatkannya:

وَمَنْ قَرَأَ الدُّعَاءَ الْآتِيَ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ، وَطَلَبَ مَقْصُودَهُ، أَجَابَ اللَّهُ دُعَاءَهُ، وَهُوَ هَذَا: (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ) اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ، حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ، وَتُجِيبَ دَعْوَتِي، يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ

Artinya: “Barang siapa membaca doa berikut pada malam tanggal dua puluh tujuh bulan Rajab, lalu memohon apa yang ia inginkan, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Doa tersebut adalah: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan (perantaraan) penyaksian rahasia-rahasia para pecinta (Allah), dan dengan khalwat (kedudukan khusus) yang Engkau khususkan bagi Pemimpin para rasul, ketika Engkau memperjalankannya (Isra’) pada malam tanggal dua puluh tujuh, agar Engkau mengasihi hatiku yang bersedih dan mengabulkan doaku, wahai Dzat Yang Maha Mulia dari segala yang mulia.” (Dlau As-Siraj Fi Fadl Rajab Wa Qisah Al-Mi’raj [Mesir: Mathba’ah As-Sa’adah], h 9)

Baca juga: 27 Rajab 583 H: Shalahuddin Al Ayyubi Merebut Kota al-Quds dan Membebaskan Baitul Maqdis

Pendapat senada turut dikemukakan oleh Syekh Muhammad bin Abdullah bin Hasan Al-Halibi Al-Hanafi Al-Qadiri, seorang ulama yang wafat pada tahun 1314 H.

Beliau merujuk pada sebuah riwayat yang menerangkan eksistensi satu malam istimewa di bulan Rajab dengan kemuliaan yang luar biasa. Ganjaran bagi siapa pun yang beribadah di dalamnya sebanding dengan pahala seribu tahun.

Malam yang sangat utama tersebut jatuh pada tanggal 27 Rajab, yang diperingati sebagai malam terjadinya peristiwa Isra dan Mikraj.

Keistimewaan malam Isra Mikraj menjadikannya waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Siapa pun yang mengamalkan doa yang dipaparkan pada malam 27 Rajab, lalu melengkapinya dengan shalawat kepada Nabi SAW sebanyak sepuluh kali dan menyebutkan hajatnya, maka dengan izin Allah SWT, permohonan tersebut akan diijabah.

وَفِي بَدْرِ الْوَاعِظِينَ عَنْ مَكْحُولْ الشَّامِيِّ، وَوَهْبِ بْنِ مُنَبِّهٍ، قَالَا: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ فِي رَجَبٍ لَيْلَةً أَجْرُ الْعَامِلِ فِيهَا كَعِبَادَةِ أَلْفِ سَنَةٍ، وَهِيَ لَيْلَةُ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، وَهِيَ لَيْلَةُ الْإِسْرَاءِ وَالْمِعْرَاجِ، وَهِيَ لَيْلَةٌ عَظِيمَةٌ. وَرُوِيَ عَنِ الشَّيْخِ عَلِيِّ الْبِيرُونِيِّ: مَنْ دَعَا بِهَذَا الدُّعَاءِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ، وَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَهُ عَشْرَ مَرَّاتٍ، ثُمَّ يَسْأَلُ اللَّهَ حَاجَتَهُ، فَإِنَّهَا تُقْضَى بِإِذْنِ اللَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Dalam kitab Badr Al-Wā’iẓīn diriwayatkan dari Makhūl Asy-Syāmī dan Wahb bin Munabbih, keduanya berkata: Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya di bulan Rajab terdapat satu malam, amal orang yang beribadah pada malam itu pahalanya seperti beribadah selama seribu tahun. Malam itu adalah malam tanggal dua puluh tujuh, yaitu malam Isra dan Miraj. Ia adalah malam yang sangat agung. Dan diriwayatkan dari Syekh ‘Alī Al-Bīrūnī: Barang siapa berdoa dengan doa ini pada malam tanggal dua puluh tujuh bulan Rajab, lalu bershalawat kepada Nabi SAW setelahnya sebanyak sepuluh kali, kemudian memohon hajatnya kepada Allah, maka hajat tersebut akan dipenuhi atas izin Allah Ta’ala.” (Nurul Anwar Wa Kanzul Asrar Fi Dzikri Ash-Sholatu Ala An-Nabi Al-Mukhtar [Beirut: Dar Al-Kutub Al-Ilmiah], h 38).

Baca juga: Rajab, Bulan Wafatnya Umar Bin Abdul Aziz dan Imam Syafii

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bulan Rajab merupakan periode krusial yang dipenuhi kemuliaan, menawarkan kesempatan besar untuk meningkatkan kualitas ibadah.

Puncak keutamaan ini terletak pada malam ke-27 Rajab, bertepatan dengan peristiwa Isra dan Mikraj, di mana memperbanyak doa sangat dianjurkan.

Amalan doa ini adalah upaya spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan keyakinan penuh pada kemurahan-Nya.

Maka, jadikanlah bulan Rajab sebagai saat yang tepat untuk memperbanyak doa dan shalawat demi meraih ridha-Nya. Semoga Allah SWT memudahkan segala urusan kita dan memberikan berkah yang melimpah, baik sekarang maupun di masa depan. Wallahu a’lam bis shawab. (Sumber: Kemenag)

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 10 Februari 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
12:10
Ashar
15:26
Maghrib
18:20
Isya
19:31
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan