Kolom Hikmah Petunjuk-Nya: Mencari Rizki Memerlukan Keseimbangan Agar Dapat Approval dari Tuhan
tim langit 7Sabtu, 29 Maret 2025 - 12:00 WIB
LANGIT7.ID-Dalam perjalanan hidup manusia, mencari rizki bukan sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan materi, melainkan juga memiliki nilai ibadah yang tinggi. Ikhtiar mencari rizki merupakan upaya manusia untuk bisa bertahan hidup, mencukupi kebutuhan hidup bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk keluarga dan untuk kebutuhan-kebutuhan yang menjadi bagian dari tanggung jawab sosial kemanusiaan.
Dalam prinsip ikhtiar mencari rizki, belum cukup hanya dengan asal bekerja dan bekerja atau asal setiap pagi keluar dari rumah dan petang kembali ke rumah. Ada dimensi yang lebih dalam yang perlu diperhatikan agar ikhtiar tersebut tidak hanya menghasilkan materi, tetapi juga keberkahan.
PT Djarum kembali menyampaikan pesan kebaikan untuk memaknai bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini, dengan mengangkat tema "Hikmah Petunjuk-Nya". Tema tersebut mengingatkan kita sebagai manusia yang seringkali berdoa dan memohon petunjuk-Nya, namun terkadang belum membuka hati untuk menerima pentunjuk-Nya tersebut. Padahal mungkin jawaban dan petunjuk-Nya sudah ada di depan kita.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Jumu'ah ayat 10: "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." Ayat ini menegaskan keseimbangan antara beribadah dan mencari rizki.
Ikhtiar mencari rizki perlu diimbangi dengan pendekatan dengan Tuhan, karena dalam proses ikhtiar untuk mencapai hasil itu memerlukan peran Tuhan. Karena Tuhanlah yang akan memberikan approval "yes" or "no" untuk sebuah hasil yang diikhtiarkan hamba-Nya. Maka dalam berikhtiar mencari rizki memerlukan keseimbangan atas apa yang diikhtiarkan dengan cara yang sungguh-sungguh dan mendekatkan diri kepada Tuhan agar bisa mendapatkan approval untuk hasil yang sesuai diharapkan oleh hamba-Nya.
Keseimbangan ini menjadi kunci penting. Di satu sisi, kita dituntut untuk bekerja keras, mengasah keterampilan, dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Di sisi lain, kita juga perlu menyadari bahwa ada faktor-faktor di luar kendali manusia yang hanya bisa diserahkan kepada Tuhan.
Bulan Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk mengevaluasi kembali bagaimana kita mencari rizki selama ini. Apakah kita sudah menjadikannya sebagai ibadah? Apakah kita sudah menyeimbangkan antara kerja keras dan doa? Apakah kita sudah menjadikan pencarian rizki bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat luas?
Dengan melihat kembali makna ikhtiar dalam mencari rizki, kita diharapkan dapat memperbaiki niat dan cara kita bekerja. Bukan sekadar mengejar materi, tetapi juga mengejar keberkahan. Bukan sekadar mencukupi kebutuhan diri sendiri, tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.
Pada akhirnya, keseimbangan antara ikhtiar yang sungguh-sungguh dan pendekatan diri kepada Tuhan menjadi formula yang tepat dalam mencari rizki yang berkah. Karena rizki yang baik bukan hanya yang banyak secara kuantitas, tetapi juga yang baik secara kualitas, yang membawa ketenangan hati dan kebahagiaan sejati.
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.