Kolom Hikmah Petunjuk-Nya: Mencari Rizki, Antara Usaha Manusia dan Kehendak Tuhan
tim langit 7Jum'at, 28 Maret 2025 - 11:27 WIB
LANGIT7.ID-Dalam perjalanan hidup, mencari rizki menjadi suatu keharusan bagi setiap individu. Namun, terdapat perbedaan pandangan tentang bagaimana rizki itu sebenarnya datang. Ada kelompok yang berpandangan bahwa rizki akan datang dengan sendirinya. Mereka berpegang pada keyakinan bahwa semua makhluk hidup telah dijamin rizkinya oleh Tuhan Yang Maha Pemberi.
Namun banyak juga yang lupa bahwa Tuhan memberi rizki itu tidak serta merta langsung diberikan begitu saja, tetapi melihat terlebih dahulu apakah hamba-Nya ini ada usaha untuk mencarinya atau tidak. Jika ada usaha, pertanyaan selanjutnya adalah: apakah usaha mencarinya ini dilakukan dengan sungguh-sungguh atau sekadarnya saja? Tuhan tentu tidak akan memberi jika hamba-Nya tidak berusaha mencari, kecuali memang Tuhan yang berkehendak lain, itu ceritanya berbeda.
PT Djarum kembali menyampaikan pesan kebaikan untuk memaknai bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini, dengan mengangkat tema "Hikmah Petunjuk-Nya". Tema tersebut mengingatkan kita sebagai manusia yang seringkali berdoa dan memohon petunjuk-Nya, namun terkadang belum membuka hati untuk menerima pentunjuk-Nya tersebut. Padahal mungkin jawaban dan petunjuk-Nya sudah ada di depan kita.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur'an Surah An-Najm ayat 39-40: "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya. Dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)." Ayat ini menegaskan hubungan antara usaha dan hasil yang akan didapatkan.
Bagi hamba-Nya yang sudah merasa berusaha mencari rizki, itu pun belum tentu mendapatkan hasil yang diharapkan. Kalau pun mendapatkan hasil, apakah hasilnya banyak atau sedikit, itu tergantung pada niat dan usaha hamba-Nya – apakah ingin mencari yang banyak atau hanya sekadarnya saja.
Untuk bisa mendapatkan rizki dalam jumlah banyak atau sedikit memang tergantung pada usaha hamba-Nya, juga tergantung dari Tuhan apakah mengabulkan atau tidak. Untuk dikabulkan, tentu Tuhan memberikan syarat-syaratnya karena Tuhan memberi kepada hamba-Nya tidak sekonyong-konyong begitu saja, tetapi ada pertimbangan-pertimbangan yang menurut Tuhan pantas dan layak.
Dalam konteks kehidupan modern, hubungan antara usaha dan rizki ini dapat dilihat dalam berbagai aspek. Pendidikan yang tinggi, keterampilan yang terus diasah, jaringan yang luas, dan etos kerja yang baik menjadi beberapa faktor yang meningkatkan peluang mendapatkan rizki yang lebih baik. Namun, semua itu tetap harus diiringi dengan doa dan kesadaran bahwa pada akhirnya, Tuhanlah yang menentukan.
Bulan Ramadan menjadi momen yang tepat untuk merefleksikan kembali bagaimana sikap kita dalam mencari rizki. Apakah kita termasuk golongan yang hanya menunggu rizki datang dengan sendirinya, atau golongan yang berusaha dengan sungguh-sungguh namun tetap menyerahkan hasilnya kepada Tuhan?
Dengan membuka hati untuk menerima petunjuk-Nya, kita akan menemukan keseimbangan antara usaha dan tawakal, antara kerja keras dan kepasrahan, antara ambisi pribadi dan ketundukan pada kehendak Tuhan. Karena pada hakikatnya, rizki adalah pertemuan antara usaha manusia dan kehendak Tuhan yang Maha Mengatur.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”