LANGIT7.ID-, Jakarta - -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan 649.780 tempat duduk selama
libur panjang Isra Mikraj pada 16 Januari 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengungkapkan, hingga 13 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket telah mencapai 347.381 tiket dengan tingkat okupansi 53,46 persen.
Ia mengatakan pergerakan
pelanggan tercatat berlangsung merata setiap harinya.
Baca juga: MoU dengan PT KAI, Santri Pesantren Bumi Shalawat Dapat Harga Khusus Jika Naik Kereta Api"Pada 15 Januari 2026 tercatat 101.470 tiket terjual, 16 Januari 2026 sebanyak 85.971 tiket, 17 Januari 2026 mencapai 60.052 tiket, dan 18 Januari 2026 sebanyak 99.888 tiket," kata Anna Purba dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/1/2026).
Ia menilai capaian tersebut menunjukkan minat perjalanan yang terus terjaga sejak awal periode libur, seiring
kereta api menjadi moda transportasi pilihan yang nyaman dan terjadwal.
"Pola ini mencerminkan aktivitas perjalanan yang meningkat menjelang
akhir pekan libur panjang," ujar Anne.
Demi mengakomodasi kebutuhan tersebut, KAI juga mengoperasikan kereta tambahan dengan total 45.791 tempat duduk, terdiri dari 34.287 tempat duduk kelas eksekutif dan 11.504 tempat duduk kelas ekonomi.
"Selama periode libur panjang ini, relasi dengan volume pelanggan tertinggi didominasi rute menuju kota wisata dan pusat budaya," ucap Anne.
Baca juga: PT KAI Hadirkan Diskon Tahun Baru, Tiket Kereta Api Mulai Rp100.000KAI mencatat 10 relasi terfavorit meliputi Yogyakarta–Gambir (6.764 pelanggan); Gambir–Yogyakarta (6.469); Lempuyangan–Pasar Senen (5.244); Pasar Senen–Lempuyangan (4.829); Gambir–Semarang Tawang (3.741).
Berikutnya Semarang Tawang–Gambir (3.545); Gambir–Bandung (3.402); Bandung–Gambir (3.296); Yogyakarta–Gambir (3.110); serta Bandung–Yogyakarta (3.004).
Anne menyampaikan tingginya pergerakan pada relasi-relasi tersebut turut memperkuat akses masyarakat menuju destinasi wisata, pusat kuliner, dan kawasan budaya.
"Konektivitas berbasis rel memberikan kemudahan perjalanan yang berdampak pada aktivitas ekonomi di daerah tujuan selama libur panjang," kata dia.
(est)