LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Rajab merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah. Allah SWT memasukkan Rajab sebagai bulan yang dimuliakan seperti ditulis dalam surah
At-Taubah ayat 36.
اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗ....... ٣٦
Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram”. (QS At-Taubah: 36).
Baca juga: Amalan Jumat Terakhir Bulan Rajab dan KeutamaannyaBegitu istimewanya bulan Rajab, maka dianjurkan bagi
umat Muslim untuk memperbanyak amalan baik dan menjalankan
sunnah-sunnah Rasul, termasuk berpuasa.
Kapan 1 Rajab 1447 H? Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025, tanggal 1 Rajab 1447 H jatuh pada Ahad, 21 Desember 2025. Hanya saja karena pergantian hari pada tanggalan Islam dimulai pada waktu Maghrib, maka
tanggal 1 Rajab telah dimulai pada malam sebelumnya.
Artinya, 1 Rajab 1447 terjadi pada waktu Maghrib di tanggal 20 Desember 2025 hingga Maghrib 21 Desember 2025.
Rasulullah SAW menganjurkan untuk membaca doa saat masuk
bulan Rajab.
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
“Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”
Baca juga: Imam Baihaqi: Perbanyak 3 Amalan Ini di Bulan RajabAmalan Sunnah Bulan RajabKesunnahan
puasa Rajab juga dapat diambil dari dalil-dalil umum mengenai dianjurkannya berpuasa pada empat bulan haram.
Disebutkan dalam Shahih Muslim, hadits no. 1960:
عَنْ عُثْمَاْنَ بْنِ حَكِيْمٍ اَلْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَأَلْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ وَنْحنُ يَوْمَئِذٍ فِي رَجَبٍ فَقَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ كَانَ رَسُوْلُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُ حَتّٰى نَقُوْلَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتّٰى نَقُوْلَ لَا يَصُوْمُ
Dari Utsman bin Hakim Al Anshari bahwa ia berkata: Saya bertanya kepada sahabat Sa’id bin Jubair mengenai puasa Rajab, dan saat itu kami berada di bulan Rajab. Maka ia pun menjawab: Saya telah mendengar Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhuma berkata: Dulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berpuasa hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah berbuka hingga kami berkata bahwa beliau tidak akan puasa.
Puasa di bulan
Rajab memiliki keutamaan besar, sebagaimana disampaikan dalam hadis-hadis Nabi Muhammad saw.
Baca juga: Rajab, Bulan Wafatnya Umar Bin Abdul Aziz dan Imam SyafiiWaktu puasa Rajab dalam Hâsyiyah I’ânah at-Thaâlibîn, juz 2 yaitu boleh 3 hari apa saja selama masih berada dalam bulan tersebut.
Ada beberapa alternatif puasa sunnah Rajab, yakni sebaiknya dilakukan pada hari-hari istimewa dalam bulan tersebut seperti
ayyâmul bîdh (tanggal 13, 14, dan 15), hari Senin, Kamis, atau Jumat.
Namun, tidak dianjurkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh karena hukumnya makruh.
Adapun niat puasa sunnah bulan Rajab adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma Rajaba sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku berniat puasa Rajab, sunnah karena Allah ta‘âlâ.”
Keutamaan Bulan RajabBuku "Tanya Jawab Islam: Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah-KTB" oleh Tim Pesantren, menyebutkan beberapa
keutamaan bulan Rajab menurut sejumlah hadist.
Diriwayatkan bahwa apabila Rasulullah saw memasuki bulan Rajab beliau berdoa:
"Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab (ini) dan (juga) Sya'ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan" (HR Imam Ahmad, dari Anas bin Malik).
Riwayat al-Thabarani dari Sa'id bin Rasyid: "Barangsiapa berpuasa sehari di bulan Rajab, maka ia laksana berpuasa setahun, bila puasa 7 hari maka ditutuplah untuknya pintu-pintu neraka jahana, bila puasa 8 hari dibukakan untuknya 8 pintu surga, bila puasa 10 hari Allah akan mengabulkan semua permintaannya".
Riwayat (secara mursal) Abul Fath dari al-Hasan, Nabi Muhammad saw bersabda: "Rajab itu bulannya Allah Sya'ban bulanku, dan Ramadhan bulannya umatku".
Sabda Rasulullah saw lagi: "Pada malam mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril as: 'Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini? Maka berkata Jibril as: Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajab ini"
(est)